Hukum & Kriminal

2019, Dua Kasus Pembunuhan di Jombang Belum Terungkap

Kapolres Jombang AKBP Boby P Tambunan (kiri) saat Konferensi Pers Anev Kamtibmas Tahun 2019 Polres Jombang, Senin (30/12/2019). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Sepanjang 2019, ada dua kasus pembunuhan di Jombang yang belum terungkap. Masing-masing kasus tewasnya Endang Pujiastutik (75), warga Desa/Kecamatan Peterongan, Jombang. Kasus ini terjadi pada Januari 2019.

Nenek yang sehari-hari meminjamkan uang ke para pedagang di Pasar Peterongan ini tewas akibat mulutnya disumpal kantong plastik. Mulut korban diikat dengan kain slayer. Polisi memastikan bahwa Endang tewas karena dibunuh. Namun hingga kini kasus tersebut masih gelap.

Kedua adalah kasus pembunuhan pada 21 Desember 2019 di Desa Temuwulan, Kecamatan Perak. Korban adalah seorang guru SMP Negeri 1 Perak bernama Elly Marida (45). Korban ditemukan tergeletak bersimbah darah di rumahnya Desa Temuwulan, Kecamatan Perak. Di tubuh korban ditemukan sejumlah luka. Polisi juga memastikan bahwa guru tersebut tewas karena dibunuh.

“Memang benar, kedua kasus tersebut pelakunya belum tertangkap. Namun kita tetap berupaya. Kalau soal guru di Perak, kita sudah memeriksa 13 saksi. Mereka merupakan kerabat korban dan warga yang ada di lingkungan tempat tinggal korban. Kasus tersebut masih dalam penyelidikan,” kata Kapolres Jombang AKBP Boby P Tambunan dalam Konferensi Pers Anev Kamtibmas Tahun 2019 Polres Jombang, Senin (30/12/2019).

Sementara kasus yang berhasil diungkap adalah kasus pembunuhan pada 2 Oktober 2019 di Jl. Raya Basuki Rahmat Jombang. Kasus tersebut bermotif cinta segitiga. Pelakunya adalah Budiono (45), tukang becak asal Dusun Jatisari, Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek. Sedangkan korbannya adalah Achmad Dwi Antoko (23), warga Kelurahan Jombatan, Kecamatan/Kabupaten Jombang. “Kasus ini sudah P-21 (siap disidangkan),” ujar Boby.

Terlepas dari itu semua, Boby mengungkapkan, selama 2019, Polres Jombang dan Polsek jajaran telah menerima laporan dari masyarakat sebanyak 746 kasus. Dari jumlah itu, yang berhasil diselesaikan sebanyak 475 kasus (63,67%). Sedangkan 2018 menerima laporan sebanyak 748 kasus dengan penyelesaian 405 kasus (54%).

Kejadian selama 2019 mengalami penurunan sebanyak 0,26 % dibandingkan 2018. Sedangkan penyelesaian mengalami kenaikan sebanyak 17%. “Kasus menonjol yang terjadi selama 2019 adalah kasus pembunuhan di Jl Basuki Rahmat dan di Desa Temuwulan, Perak,” pungkasnya. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar