Hukum & Kriminal

2017-2019, 25 Kasus Bunuh Diri di Mojokerto

foto: ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Kasus bunuh diri cukup tinggi di wilayah Mojokerto. Data Polres Mojokerto sebanyak 16 kasus bunuh diri di tahun 2016-2019, sementara di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota ada sebanyak sembilan kasus.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Muhammad Solikhin Fery mengatakan, tahun 2017 sampai 2019, kasus bunuh diri di Kabupaten Mojokerto mencapai 16 kasus. “Tahun 2017 ada 6 kasus, tahun 2018 ada 10 kasus,” ungkapnya, Selasa (5/2/2019).

Masih kata Kasat, kasus bunuh diri di wilayah hukum Polres Mojokerto dilakukan dengan cara gantung diri. Untuk lokasi bunuh diri variatif, lanjut Kasat, diantaranya dilakukan di kamar, dapur, kebun dan kandang ternak.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Ade Warokka mengatakan, sejak 2017 ada sembilan kasus bunuh diri. “Di bulan Januari, ini adalah kasus bunuh diri pertama terjadi pada Rabu, tanggal 30 Januari lalu,” katanya.

Tahun 2017 ada empat kasus dan 2018 juga ada empat kasus bunuh diri sehingga total ada sembilan kasus. Dari sembilan kasus tersebut, para korban mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri dan rata-rata dilakukan di dalam rumah.

“Mayoritas menggunakan tali tampar untuk gantung diri, sisanya menggunakan sarung. Untuk usia korban bunuh diri kebanyakan dari kalangan lansia. Sebanyak 8 orang berusia 60-70 tahun dan satu orang berusia 30 tahun,” jelasnya.

Kasat menjelaskan, rata-rata korban didominasi pria, hanya ada satu korban perempuan. Terkait motif, pihaknya tidak mengetahui secara pasti karena kasus bunuh diri bukan sebuah perkara tindak pidana sehingga tidak dilakukan penyelidikan lebih lanjut.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar