Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

20 Tabung Gas Elpiji Warga Magetan Diduga Digelapkan Agen di Madiun

Sukamti, warga Desa Kerik, Takeran, Magetan saat ditemui awak media di rumahnya, Rabu (1/12/2021) (foto: Heru Irawan for beritajatim.com)

Magetan (beritajatim.com) – Sukamti, Warga Desa Kerik, Kecamatan Takeran, Magetan, Jawa Timur hanya bisa pasrah. Pemilik toko kelontong di desa setempat itu mengaku telah ditipu seorang agen tabung gas elpiji tiga kilogram.

Sebelumnya, mereka sudah sempat menjalankan bisnis dengan lancar. Namun, sejak enam bulan lalu, agen yang berasal dari Kota Madiun itu tak kunjung mengirim tabung usai meminjam 20 tabung gas. Sukamti menduga kalau tabung gas elpiji senilai Rp 30 juta tersebut telah digelapkan oleh sang agen.

‘’Namanya Subuh, warga Kelurahan Mojorejo Kecamatan Taman, Kota Madiun . Dia mengaku bekerja di Pertamina. Katanya pinjam tabung sebanyak 20 buah. Berangsur dikembalikan dalam tiga bulan. Namun, sudah enam bulan ini tidak dikembalikan ke saya. Saya telepon terus. Tapi justru tak direspon baik-baik,’’ terang Sukamti saat ditemui di rumahnya, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga:

    Tak hanya itu, Subuh juga menghentikan pengiriman usai mengirim tabung gas yang terakhir kali tanggal 30 September 2021. Sejak saat itu, Sukamti mulai kesulitan untuk menghubunginya. Subuh bekerja di PT Ariadi Harjo Soewityo, jalan Abdul Rahman Saleh nomor 22 Kota Madiun. Dia menuntut agar Subuh mau mengembalikan tabung gas elpii tersebut sesuai janjinya.

    ‘’Janjinya sendiri kalau dagang gak bener mau dipenjara. Atau berurusan dengan polisi. Saya sudah melaporkan dia ke Polsek Takeran sejak 18 Oktober 2021. Tapi, sejauh ini belum ada kabar lebih lanjut terkait perkembangan kasusnya,’’ pungkasnya. (fiq/ted)


    Apa Reaksi Anda?

    Komentar

    beritajatim TV

    Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

    Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

    Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan