Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

2 Warga Dupak Ambil Ranjauan Sabu di Menganti

Ketiga tersangka saat diamankan di Polrestabes Surabaya.

Surabaya (beritajatim.com) – NA (24) dan AF (21) warga Jl Dupak Masigit, Kamis (3/3/2022) sekitar pukul 15.30 WIB, dibekuk Satreskoba Polrestabes Surabaya, di Jl Raya Menganti, Wiyung. Penangkapan usai ketahuan mengambil ranjauan paket sabu guna dijual kembali.

Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Daniel Marunduri menjelaskan, penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat akan adanya transaksi narkotika di kawasan Jl Menganti, Wiyung. Usai mendapat informasi tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan.

“Dari hasil penyelidikan anggota di lapangan, mendapati dua orang yang berboncengan motor dengan gerak gerik mencurigakan, sehingga dilakukan pembuntutan,” terang Daniel.

Sebelum mengambil poket sabu yang disimpan dalam bungkus rokok itu, keduanya sempat melihat situasi sekitar untuk memastikan keadaan aman.

“Tersangka NA sempat berpura pura kencing saat akan mengambil poket sabu yang disimpan dalam bungkus rokok itu, sambil memastikan situasi sekitar aman,” tambahnya.

Saat akan ditangkap, keduanya langsung tancap gas ke arah kedurus sehingga terjadi aksi kejar kejaran dengan petugas. Usai ditangkap, keduanya sempat mengelak, namun mereka hanya bisa tertunduk lesu usai polisi menemukan 20 gram sabu.

“Keduanya sempat mengelak, namun sehingga mengakui perbuatannya setelah anggota menemukan barang bukti yang disimpan dalam saku celananya,” ungkap Daniel lebih lanjut.

Dari keterangan keduanya, petugas mendapati nama DP (41) warga Jl Karangan, Wiyung yang menaruh ranjau narkotika atas perintah seorang Bandar Koko yang saat ini ditetapkan sebagai DPO. Tak lama berselang, DP juga ditangkap oleh pihak kepolisian.

“Dari keterangan keduanya itu, anggota langsung melakukan pengamanan terhadap DP di rumahnya, dan kami amankan 1 unit ponsel yang berisi percakapan dengan Koko (DPO) dan kedua tersangka,” papar Daniel.

“Tersangka DP sendiri mengaku mendapat perintah dari Koko untuk mengirim poket sabu kepada kedua tersangka yang dilakukan dengan sistem ranjau. Dirinya mendapat upah sebesar Rp 300 – Rp 750 ribu dalam setiap transaksi,” pungkas Daniel.

Selain sabu seberat 20.80 gram, petugas juga menyita barang bukti motor Honda Beat Biru L 4550 MG yang digunakan sebagai sarana, 3 unit Ponsel dan 1 buah ATM BCA.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat(1) Subs. Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dan diancam pidana selama 20 tahun penjara. [ang/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar