Hukum & Kriminal

2 Terdakwa Kasus Pembunuhan dan Pembakaran Juragan Rosokan Divonis Mati dan 20 Tahun

Sidang kasus pembunuhan dan pembakaran juragan rosokan di ruang Cakra PN Mojokerto. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Terdakwa I kasus pembunuhan dan pembakaran juragan rosokan Priyono divonis mati, sementara terdakwa II Dantok Narianto divonis 20 tahun lanjutan. Vonis tersebut dibacakan Ketua Majelis Hakim Joko Waluyo di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Senin (4/11/2019).

“Menyatakan terdakwa I Priono Alias Yoyok Bin Jupri dan terdakwa II Dantok Narianto Alias Gondol Bin Dodik Narianto telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘Pembunuhan berencana secara bersama-sama’ dan ‘Menghilangkan jenazah dengan maksud untuk menyembunyikan kematian secara bersama-sama,” ungkapnya.

Joko Waluyo membacakan putusan sidang kasus pembunuhan dan pembakaran juragan rosokan di ruang Cakra didampingi dua hakim anggota, Erhammudin serta Ardiani. Sementara kedua terdakwa yang mengenakan hem putih, celana hitam berkopiah tersebut tampak menunduk.

“Mejatuhkan pidana terhadap terdakwa I Priono Alias Yoyok Bin Jupri tersebut oleh karena itu dengan pidana mati. Mejatuhkan pidana terhadap terdakwa II Dantok Narianto Alias Gondol Bin Dodik Narianto tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama 20 tahun penjara,” katanya.

Setelah membacakan vonis, Ketua Majelis Hakim meminta kedua terdakwa untuk merundingkan vonis tersebut dengan Kuasa Hukum terdakwa, Kholil Askohar. Setelah berunding diputuskan jika terdakwa pertama mengajukan banding, sementara terdakwa kedua menerima vonis tersebut.

Ketua Majelis Hakim kemudian meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU), W Erfandi Kurnia R dan Kusumawardhani untuk menanggapi. JPU menjawab pikir-pikir dengan banding yang diajukan terdakwa I.

“Vonis terhadap terdakwa 1 sama dengan tuntutan JPU sebelumnya, terdakwa 2 maksimal 20 tahun. Terhadap putusan tersebut kedua terdakwa berhak melakukan upaya hukum. Dengan jawaban JPU pikir-pikir, upaya hukum terdakwa I karena ini satu paket sehingga satu paket dan sidang dinyatakan selesai,” tegasnya sembari mengetuk palu.

Kuasa hukum terdakwa, Kholil Askohar usai persidangan mengatakan, akan melakukan banding terkait vonis yang dijatuhkan Ketua Majelis Hakim kepada terdakwa I. “Saya akan mengajukan banding, diterima apa tidak bandingnya wallahu a’lam,” ujarnya.

Kholil menambahkan, karena dari awal sudah melakukan upaya mulai dari sidang pertama sampai pembelaan terhadap kedua terdakwa dan sudah maksimal. Memang dalam perbuatannya, lanjut Kholil, semua unsur-unsur dari pasal-pasal terpenuhi dan kedua terdakwa mengakui.

“Sebagai kuasa hukum, kami memperjuangkan hak terdakwa karena dia punya anak masih kecil dan membutuhkan untuk dinafkahi. Ya seringan-ringannya mungkin 20 tahun penjara karena tidak menutup kemungkinan hati nurani hakim di tingkat pertama beda sehingga kita akan rapat dengan keluarga. Diterima apa tidak banding kita, wallahu a’lam,” tegasnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi massa dari warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Jalan RA Basoeni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ditutup dua jalur. Massa dan keluarga korban tampak mulai berdatangan, sementara sidang sudah selesai digelar. “Biasanya sidang mulai jam 10, ini tadi saya sampai disini jam 9.30 sidang sudah selesai,” tutur salah satu keluarga korban.

Ibu dari korban, Eko Yuswanto (32) pingsan dan harus dibawa anggota masuk ke ruang laktasi PN Mojokerto untuk mendapatkan perawatan. Tampak puluhan anggota dari Polres Mojokerto dan Brimob Polda Jatim berjaga di depan pintu gerbang PN Mojokerto.

Sekedar diketahui, kedua terdakwa didakwa melanggar kesatu primair pasal 340 KUHP jo 55 ayat 1 KUHP atau dakwaan ketiga Pasal 181 KUHP jo 55 ayat 1 KUHP. Keduanya membunuhan dan membakaran juragan rosokan warga Trowulan tersebut pada, Minggu (12/5/2019).[tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar