Hukum & Kriminal

2 Tahun DPO Kini Meringkuk di Tahanan Mapolsek Sedati Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Dua tahun menjadi buronan Polsek Sedati, akhirnya Pamungkas alias Kombes (26) warga RT 05 RW 03 Jl. Hikmat No. 05 Desa Betro Kec. Sedati dan Imam Nurcholis (26) warga Jl. Makmur No. 03 RT 07 RW 04 Desa Betro Kec. Sedati berhas dibekuk langsung dijebloskan ke penjara.

Kedua tersangka itu telah melakukan penganiayaan terhadap Slamet Purwanto warga Dusun Dopyak RT 06 RW 08, Ds. Bangilan, Kec. Bangilan, Kab. Tuban, yang indekost di Jalan Hikmah Desa Betro Kec. Sedati Sabtu (5/5/2017) silam.

Saat itu korban dikeroyok kedua tersangka bersama dengan D, E dan Y yang kini masih ditetapkan sebagai DPO oleh Polsek Sedati. Korban dianiaya lima pelaku di depan indekostnya.

“Kedua ditangkap karena melakukan penganiayaan terhadap Slamet,” kata Kapolsek Sedarti AKP I Gusti Made Merta Selasa (3/9/2019).

I Gusti menambahkan, selama ini kedua tersangka kabur atau melarikan diri ke luar kota. tersangka Pamungkas lari dan kerja di Bekasi. Sedangkan tersangka Imam Nur Cholis buron dan sembunyi di Indramayu. “Kedua tersangka ada yang lari dan kerja Bekasi dan Indramayu Jawa Barat,” jelasnya.

I Gusti mengungkapkan, penganiayaan itu terjadi akibat pengaruh alkohol dan kondisi kelima tersangka pesta miras. Para pelaku minum-miniman keras di depan indekost korban.

Saat itu korban pulang dan akan masuk ke indekost. Namun korban dicegat dan ditawari minum oleh kelima tersangka. Tawaran para tersangka di tolak oleh korban dengan alasan baru saja ikut minum bersama temannya di luar.

“Mendapat jawaban korban, para tersangka tersinggung dan melakukan penganiayaan dengan tangan kosong, dipukul dengan pecahan botol di bagian hidung dan wajah. Korban saat itu iuga mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit karrna lukanya yang serius,” jelas I Gusti.

Pasca penganiayaan, kelimanya dilaporkan oleh saudara korban. Kelimanya saat akan ditangkap, kabur duluan dan dinyatakan DPO.

“Untuk tersangka Pamungkas, mengaku saat itu ikut memukul empat kali di bagian wajah lorban. Sedangkan tersangka Imam ikut mengeroyok dan memukul leher korban satu kali,” tukasnya.

Akibat perbuatan ini, tersangka akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. (isa/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar