Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Insiden Santri Jatuh dari Truk di Ngawi, 2 Pengamen Jalan Jadi Tersangka

Muhammad Alwi Shihab (21) tersangka dalam insiden jatuhnya Muhammad Anik (17) dari truk yang ditumpangi di Pertigaan Desa Tawun, Kasreman, Ngawi, Senin (17/1/2022) (foto: Fatihah Ibnu Fiqri)

Ngawi (beritajatim.com) – Insiden jatuhnya Muhammad Anik (17) warga Desa Bangunrejo, Pamotan, Rambang, Jawa Tengah tak luput dari kesalahan dua pengamen yakni Muhammad Alwi Shihab (21) dan rekannya WZNM (15).

Dari hasil pemeriksaan Satreskrim Polres Ngawi ditetapkan keduanya terbukti merampas dan membuat Muhammad Anik terjatuh saat truk dalam kondisi berjalan.

Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya mengungkapkan dari pengakuan dua pelaku, mereka berniat merampas tas milik Abdussalam Ahmad (17) dan Falahuddin, rekan korban. Tas tersebut sempat direbut oleh Alwi Shihab, pun kembali direbut oleh Abdussalam Ahmad. Karena ketakutan, Anik, Abdussalam Ahmad, dan Falahuddin memilih untuk turun.

Saat hendak turun, tas Abdussalam Ahmad kembali ditarik oleh Alwi Shihab hingga Abdussalam jatuh ke jalan. Kemudian, saat hendak turun Anik dipegang dari depan oleh WZNM. Anik lantas berontak dan berusaha melepaskan pegangan. Namun karena Anik sudah hampir posisi terjatuh, WZNM justru melepaskan pegangan, hingga Anik terjatuh ke jalan dengan posisi tengkurap hingga meninggal dunia di lokasi.

”Keduanya memang ada niatan untuk merampas tas milik adik-adik santri ini. Sehingga, sampai terjadi insiden tersebut. Keduanya dijerat pasal 365 ayat 4 dengan maksimal hukuman 20 tahun,” kata Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya, saat press rilis di depan Kantor Humas Polres Ngawi, Senin (17/1/2022)

Winaya mengungkapkan kalau pihaknya bakal berkoordinasi dengan Satpol PP Ngawi untuk melakukan pembinaan terhadap para pengamen jalanan sehingga keadaan serupa tak terjadi lagi. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar