Hukum & Kriminal

2 Pemutilasi Guru Tari Kediri Akan Jalani Sidang Perdana

Budi Korban Mutilasi di Udanawu Blitar semasa hidup

Kediri (beritajatim.com) – Kasus pembunuhan disertai mutilasi guru tari di Kediri memasuki babak baru. Dua terdakwa, Azis dan Aris akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri setempat.

Dalam menghadapi persidangan, Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri melakukan rangkaian persiapan dalam sidang kasus pembunuhan terhadap Budi Hartanto, guru tari asal Tamanan, Kota Kediri itu. Kejaksaan sudah menyusun materi dakwaan dan membentuk tim JPU.

Ika Ayu, SH, selaku Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, melalui Anang Yustisia, Kasubsi C Seksi Intelijen mengatakan, sidang perdana akan digelar, pada Selasa 13 Agustus besok. Dalam sidang nantinya, kedua terdakwa akan dihadirkan bersama kuasa hukumnya, Taufiq Dwi Kusuma.

“Tim JPU sebanyak lima orang. Terdiri dari 2 orang dari Kejaksaan Negeri Tinggi Surabaya dan 3 orang dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri,” ujar Anang Yustisia, Senin (12/8/2019).

Masih kata, Anang, sidang perdana tersebut, sebenarnya lanjutan dari sidang awal yang sempat ditunda oleh majelis hakim karena kuasa hukum terdakwa tidak hadir. Pihak kejaksaan bersama kedua terdakwa berharap sidang besok dapat digelar, agar terdakwa segera memperoleh kepastian hukum.

Sebelumnya, sesosok mayat didalam koper ditemukan dibawah Jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar, akhir Maret lalu. Jenasah tersebut, belakangan diketahui bernama Budi Hartanto, guru tari asal Kota Kediri yang tewas akibat pembunuhan disertai mutilasi. Sementara, pelaku pembunuhan adalah Aris dan Azis, teman korban, yang dilatar belakangi hubungan asmara sesama jenis. [nng/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar