Hukum & Kriminal

2 Pelaku Pengeroyokan Ditangkap, 5 Masih Buron

Dua pelaku pengeroyokan saat menjalani pemeriksaan di Polsek Mojowarno, Jombang, Jumat (3/7/2020)

Jombang (beritajatim.com) – Polres Jombang menangkap dua orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan, Jumat (3/7/2020). Meski demikian, polisi masih memburu 5 pelaku lainnya yang notabene sudah ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang).

Dua tersangka itu masing-masing Nur Falamsyahrudin (22) dan Muhammad Bahrul (20). Keduanya merupakan warga Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Jombang. Sedangkan lima pelaku yang menjadi buronan adalah WW, DN, VN, SP, serta DD. Para DPO tersebut juga warga Grobogan.

“Para pelaku dijerat pasal 170 KUHP. Selain menangkap dua pelaku, kami juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, kaos warna biru milik tersangka Bahrul dan kaos milik korban, serta hasil visum et repertum,” jelas Kapolsek Mojowarno AKP Yogas.

Yogas menjelaskan, korban pengeroyokan atas nama Haris Bastian (29), warga Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno. Kasus itu terjadi pada Kamis (2/7/2020) sekira pukul 19.30 WIB. Awalnya, pelaku berinisial WW berselisih dengan korban di Jl Raya Sumberboto, tepatnya Dusun Ngenden, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno.

Perselisihan itu berujung pada perkelahian antara WW dengan Haris. Melihat hal tersebut para pelaku lainnnya yang merupakan teman dari WW datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung mengeroyok korban. Mereka menendang dan memukul korban. Karena kalah jumlah, Haris kedodoran. Dia menjadi bulan-bulanan pelaku.

Polisi menunjukkan lokasi pengeroyokan di Jl Raya Sumberboto, Mojowarno

Wajah dan badan korban memar-memar akibat pukulan dan tendangan itu. Hingga akhirnya korban tergeletak di pinggir jalan. Karena tidak terima, korban kemudian melaporkan petaka yang dialaminya ke polsek setempat. “Dua pelaku sudah kita tangkap, sedangkan lima lainnya masih buron,” kata Yogas menegaskan. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar