Hukum & Kriminal

2 Korban Ledakan Petasan Maut Kediri Masih Jalani Perawatan di Rumah Sakit

Kediri (beritajatim.com) – Dwi Mutiara dan Sumaji, korban ledakan petasan asal Dusun Sukorejo, Desa Kepung, Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Pelem, Kediri. Kduanya mengalami luka bakar serius dan patah kaki serta tangan.

AKP Ambuka Yudha Ardi Putra, Kasat Reskrim Polres Kediri mengatakan, pihaknya belum dapat memintai keterangan satu korban ledakan, karena masih dalam keadaan koma. Dari penyelidikan sementara, disimpulkan bahwa ledakan yang terjadi di rumah Rukmini, akibat adanya gesekan saat korban tewas atas nama Budi dan Sumaji mencampurkan bahan petasan.

“Penyebabnya, pada saat mencampur potasium dan pupuk di tempat mungkin ada gesekan akhirnya meledak,” kata AKP Ambuka Yudha Hardi Putra, Selasa (27/5/2019).

Ditambahkan Ambuka, pihaknya belum menemukan bukti praktek jual-beli petasan yang dilakukan oleh para korban. Akan tetapi, aktivitas pembuatan petasan tersebut hanya untuk perayaan Lebaran, yang selama ini menjadi tradisi tahunan. Kepolisian tidak menemukan unsur pidana dalam kasus tersebut, melainkan sebuah kecelakaan.

Berkaca dari kasus ledakan petasan maut ini, Polres Kediri akan melakukan Operasi Zero Petasan dengan sasaran pengguna, pelaku penjualan, serta orang yang memproduksi akan ditindak secara berjenjang. Selain itu, apabila menemukan praktek pembelian maupun pembuatan bubuk mesiu akan dijerat dengan undang-undang darurat.

“Bapak Kapolres menghimbau akan melakukan operasi zero petasan. Nanti mulai dari pengguna, transaksi jual beli, kalau mencampur obat atau memproduksi akan ditindak lanjuti secara berjenjang,” ancam Ambuka.

Sebelumnya, ledakan keras meluluh lantakkan rumah milik Rukmini (80) di Dusun Sukorejo, Kepung. Ledakan diakibatkan oleh aktivitas pembuatan pesan di rumah tersebut.

Akibat ledakan itu, satu orang tewas di lokasi kejadian. Korban atas nama Budi (47) satpam Bandara Juanda. Sementara dua korban luka adalah Dwi Mutiara, kakak Budi dan Sumaji tetangganya. Budi dan Sumaji sebagai peracik petasan, sementara Dwi hanya melihat. [nng/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar