Hukum & Kriminal

2 Kecamatan di Gresik Rawan Peredaran Narkoba

Foto ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) – Dua kecamatan di Kabupaten Gresik, yakni Kecamatan Menganti dan Driyorejo rawan peredaran narkoba.

Dari pengakuan para budak narkoba yang menjadi pengedar di wilayah Kecamatan Menganti, Kecamatan Driyorejo para pembelinya adalah generasi muda. Kemudian pekerja pabrik.

Salah satu tersangka yang baru saja tertangkap adalah Arip (28) warga Krian rela kos di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo. Dia menjadi pengedar dan para pembelinya pekerja pabrik.

Sedangkan beberapa waktu lalu, giliran Polsek Menganti juga menangkap budak sabu usai mengkonsumsi sabu di tempatnya bekerja.

Selama ini, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik ternyata belum pernah melakukan tes urine pekerja pabrik di Menganti maupun Driyorejo.

Terkait dengan itu, Kepala BNNK Gresik, AKBP Supriyanto mendengar sejumlah pengedar di dua kecamatan yang masuk wilayah Gresik Selatan telah diamankan polisi. Dia mengatakan, selain belum melakukan tes urine ke sejumlah pekerja pabrik di sana, juga belum pernah melakukan sosialisasi.

“Tes urine di perusahaan belum pernah koordinasi. Kalau diminta untuk sosialisasi tentu siap,” ujarnya, Jum’at (7/2/2020).

BNNK dalam waktu dekat akan menggelar tes urine. Sasarannya, para pekerja pabrik. Dia masih menutupi perusahaan mana yang akan dilakukan tes tersebut.

“Kapan tesnya. Tunggu saja tanggal mainnya. Yang penting dalam waktu dekat,” ujar Supriyanto.

Ia menambahkan, kedua Kecamatan Menganti, Kecamatan Driyorejo adalah nilai peredaran narkobanya sangat tinggi di Gresik. Sama halnya dengan kecamatan lain di Gresik seperti Cerme, Benjeng dan Balongpanggang.

“Disana memang zona merah peredaran narkoba,” ucapnya.

Sekadar informasi, Satreskoba Polres Gresik menangkap sejumlah budak narkoba jenis sabu di dua wilayah itu. Para pengedarnya masing-masing profesi, mulai dari sopir truk ayam, pekerja pabrik hingga pemuda pengangguran menjalani bisnis ini.

Sementara sabu yang didapat berasal dari Surabaya, Madura maupun Sidoarjo. Ketiga daerah tersebut kerap menjadi jalur jual beli narkoba. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar