Hukum & Kriminal

2 Kali Selundupkan Sabu ke Lapas Mojokerto, Bandar Sabu Berniat Kabur

Mojokerto (beritajatim.com) – Tersangka penyelundupan sabu ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto, Ahmad Vivin Dwi Arbimansyah (23) mengaku, dua kali beraksi. Namun lantaran aksi kedua terbongkar, tersangka asal Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto berniat kabur.

“Dua kali (penyelundupan sabu ke dalam Lapas Klas IIB Mojokerto, red), pakai gorengan juga. Sama (tahu isi, red), 2 gram. Dua minggu yang lalu,” ujarnya saat di rilis Polresta Mojokerto, Jumat (26/3/2021) kemarin.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi mengatakan, tersangka sudah dua kali melakukan aksi penyelundupan sabu ke Lapas Klas IIB Mojokerto. “Tersangka mencoba mengelabui petugas dengan memasukan sabu tersebut di gorengan,” tambahnya.

Masih kata Kapolresta, karena saat ini pembesuk tidak bisa bertemu dengan narapidana sehingga hal ini menjadi atensi Lapas Klas IIB Mojokerto. Yakni dengan melakukan pemeriksaan detail terhadap barang maupun makanan yang dititipin pengunjung ke narapidana.

“Sehingga makanan yang dititipkan dilakukan pemeriksaan secara detail. Tersangka merupakan bandar karena selain ditemukan di rumahnya barang bukti pil double L dan sabu seberat 0,28 gram, juga ditemukan timbangan yang digunakan untuk menjual narkotika tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan dari pengakuan tersangka, lanjut Kapolresta, jika tersangka tidak pernah bertemu dengan penjual yang di atasnya sehingga pemesanan hanya melalui melalui Handphone (HP). Sementara untuk perempuan yang dititipi sabu berstatus saksi karena memang tidak mengetahui.

“Memang benar tidak mengetahui apa isi dari makanan tersebut. Hanya dititipkan anaknya, RF sebagai terpidana untuk di besuk dan menyampaikan ada titipan makanan dari tetangga. Ini kakak-andik, dia menyerahkan ke kakaknya sebagai terpidana jadi tidak tahu harga,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Mojokerto, AKP Singgih Kurniawan menambahkan, jika tersangka dua kali menitipkan makanan kepada ibu dari RF. “Dititipkan ke ibu itu di depan SMA di Jalan Taman Siswa. Ibu itu tidak kenal, saat ditanya kenapa tidak dikasihkan langsung karena sudah dekat jaraknya dengan Lapas. Alasan mau kerja,” jelasnya.

Penyelundupan sabu yang dilakukan tersangka dilakukan pada dua minggu sebelumnya dengan cara yang sama. Sabu seberat 2 gram tersebut diselipkan di tahu isi. Karena berhasil aksi penyelundupan pertama tersebut, sehingga pelaku kembali melakukan aksi penyelundupan sabu.

“Jadi tes, penyelundupan pertama berhasil jadi kemarin menyeludupkan lagi tapi apes ketahuan petugas. Tujuannya ke kakaknya, ALR. Kakaknya ini satu sel sama anak dari ibu itu, RF. Saat tahu ibu tersebut hendak ke Lapas, maka sabu itu dititipkan melalui tahu isi. Status ibu itu saksi karena tidak tahu dan tidak kenal dengan V. Saat aksinya tercium petugas Lapas, V ini mau kabur,” urainya.

Kasat menjelaskan, setelah dilakukan intrograsi terhadap D dan diketahui rumah Ahmad Vivin Dwi Arbimansyah (23), petugas langsung melakukan pengerebekan. Diduga tersangka sudah mengetahui jika D yang dititipin sabu tersebut diamankan sehingga HP miliknya dimatikan.

“Ada indikasi akan melarikan diri, karena 3 jam sebelum diamankan HP sudah dimatikan. Kalau sudah dimatikan sulit dilacak keberadaan tersangka, namun saat mematikan HP posisi di rumah kosnya di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko. Saat kita gerebek, posisi mandi sepertinya mau melarikan diri,” terangnya.

Dari rumah kosnya di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto diamankan sejumlah barang bukti. Yakni pil double L sebanyak 25 botol dengan isi satu botolnya adalah 1.000 butir, sabu-sabu seberat 0,28 gram. Atas perbuatan tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

Sebelumnya, Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto menemukan tahu goreng berisi sabu-sabu. Makanan tersebut diselundupkan ke Lapas oleh salah satu pengunjung, Rabu (24/3/2021).

Sekitar pukul 09.45 WIB, petugas mencurigai gerak gerik salah satu pengunjung berinisial D. Pasalnya, dia hendak menitipkan barang untuk warga binaan. Perempuan tersebut membawa paket tahu goreng. Ternyata dalam tahu tersebut terdapat sabu. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar