Hukum & Kriminal

2 Jam, Dua Pelaku Pengedar Sabu di Mojokerto Diringkus

2 pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang diamankan Polsek Ngoro. Foto : istimewa

Mojokerto (beritajatim.com) – Anggota Unit Reskrim Polsek Ngoro berhasil mengungkap pelaku peredaran gelap narkotika jenis sabu. Dua pelaku diamankan dari dua lokasi berbeda dalam waktu 2 jam di wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Keduanya yakni Budi Sutrisno (25) warga Desa Kunjorowesi RT 04 RW 03, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto dan M Ali (36) warga Desa Kunjorowesi RT 06 RW 03, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Keduanya diamankan pada, Rabu (14/8/2019).

“Sekira pukul 02.00 WIB, piket Reskrim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku Budi Sutrisno selesai melakukan pesta narkoba jenis sabu bersama temannya. Petugas yang melakukan penyelidikan,” ungkap, Kanit Reskrim Polsek Ngoro, Iptu Selimat, Kamis (15/8/2019).

Setelah dilakukan penyanggongan dan pelaku hendak masuk ke rumah salah satu warga di Desa Kunjoro RT 4 RW 02, lanjut Kanit, pelaku dilakukan penangkapan. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa 1 klip berisi sabu yang disimpan di dalam dompet di saku celana pelaku.

“Dari pengakuan pelaku Budi Sutrisno, barang haram tersebut baru dibeli dari M Ali warga Desa Kunjorowesi. Sekira pukul 05.30 WIB, petugas dapat melakukan penangkapan terhadap M Ali di rumahnya di Desa Kunjorowesi RT 06 RW 03, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto,” katanya.

Kanit menjelaskan, pelaku diamankan saat pelaku sedang tidur di ruang tamu rumahnya. Dari tangan pelaku, ditemukan barang bukti berupa sabu sebanyak 4 plastik klip, uang tunai , timbangan electrik dan pipet. Kedua pelaku dan barang bukti langsung dibawa ke Polsek Ngoro guna penyidikan lebih lanjut.

“Pelaku M Ali mengaku mengedarkan sabu karena tidak mempunyai pekerjaan tetap. Sebelumnya, pelaku berprofesi sebagai sopir, namun karena SIM hilang sehingga ia memilih menjadi pengedar narkoba. Sabu pelaku diperoleh dari M di wilayah Pandaan, Pasuruan,” jelasnya.

Saat ini, M masih Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Ngoro. Barang haram tersebut dibeli pelaku M Ali dengan harga Rp1 juta per gram. Sementara keuntungan yang didapat dari setiap gram nya antara Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Sabu tersebut diedarkan di wilayah Ngoro dan Pasuruan.

“Pangsa pasar peredaran sabu pelaku yakni ke para pemuda dan sopir di wilayah Ngoro dan Pasuruan. Pelaku M Ali mengaku sudah mengedarkan kurang lebih 6 bulan. Kedua pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) subs Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tegasnya.

Barang bukti yang disita dari pelaku Budi Sutrisno berupa satu klip kecil berisi sabu dengan berat 0,37 gram, uang tunai Rp217 ribu dan dompet warna coklat. Sementara barang bukti yang disita dari pelaku M Ali yakni empat buah plastik klip berisi sabu kurang lebih 5,73 gram.

Satu buah pipet, 30 pcs plastik klip, satu buah timbangan elektrik, satu buah skrup, satu buah tas cangklong warna hitam, satu buah Handphone (HP) merk Nokia dan uang tunai sebesar Rp1.185.000.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar