Hukum & Kriminal

195 Kasus KDRT Ditangani Pemkab Jember Tahun Lalu

ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – Angka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan tingkat perceraian di Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih relatif tinggi.

“Sebagian besar para pelaku KDRT maupun perceraian merupakan pasangan muda yang terjerat persoalan ekonomi. Fenomena ini semakin marak saat pandemi Covid-19,” kata Sunarsi Khoris, juru bicara parlemen dari Partai Kebangkitan Bangsa, untuk pembacaan rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2020, di gedung DPRD Jember, Sabtu (17/4/2021) malam.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Lembaga Bantuan Hukum Jentera Perempuan Indonesia, terdapat pengaduan tindak kekerasan terhadap perempuan sebanyak 3-5 kali per hari di Kabupaten Jember pada 2019. Tahun lalu, ada 195 kasus KDRT yang tertangani, dengan rincian 44 kasus menimpa perempuan dan 151 kasus pada anak.

Pada 2019, DPRD Jember menyebut pemkab gagal dalam menangani secara serius persoalan perlindungan Perempuan, Hal ini dipertegas dengan tidak berjalannya program fasilitasi pengembangan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2PT) secara maksimal. Saat itu, program ini menyerap anggaran Rp 56.522.600, namun kegiatannya tidak berjalan maksimal, karena kurangnya sumber daya manusia dan menunggu petunjuk pelaksanaan.

Berdasarkan kinerja 2020, DPRD Jember kembali mengingatkan hal yang sama pada pemkab. “Pemerintah Kabupaten Jember harus serius dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Khoris. Pemerintah daerah kabupaten Jember segera menyusun perda kabupaten layak anak untuk mewujudkan Jember menjadi kabupaten layak anak.

DPRD Jember melihat koordinasi perencanaan penganggaran dari setiap organisasi perangkat daerah yang dapat mendukung program dan kegiatan pengarusutamaan gender masih belum efektif dan optimal. “Pemerintah Kabupaten Jember harus serius dalam melakukan pangarusutamaan gender di setiap OPD, baik untuk pendataan, perencananaaan program, serta anggaran,” kata Khoris. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar