Hukum & Kriminal

17 Korban Penipuan Perumahan Murah Lakukan Gugatan Perdata

Rumah yang belum selesai dibangun di Perumahan Dreamland dipenuhi semak belukar (Foto: Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Selain melaporkan ke pihak berwajib, 17 korban dugaan penipuan perumahan murah di Ponorogo sebelumnya juga menggugat Sarjito, oknum pengembang perumahan Dreamland ke Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo. Perkara perdata itu terdaftar di PN Ponorogo dengan nomor 33/Pdt.G/2019/PN Png.

Wakil Ketua PN Ponorogo Sutrisno mengungkapakan bahwa turut tergugat dalam perkara itu salah satu BPR di Magetan dan kantor lelang. Perkara perdata saat ini sudah menginjak 3 kali persidangan. Pada 20 Februari 2020 nanti rencananya akan dilakukan sidang ke-4 kali. Dengan agenda memanggil tergugat, yaitu Sarjito. Karena sidang sebelumnya, yang bersangkutan dipanggil 3 kali tidak datang, dan diupayakan untuk dipanggil secara umum.

”Nanti kalau tergugat tidak datang, perkara itu terus berlanjut dengan menganggap pihak tergugat tidak menggunakan haknya untuk menyangkal gugatan dari para penggugat,” kata Sutrisno, Rabu (29/1/2020).

Sutrisno yang juga menjadi Ketua majelis hakim dalam persidangan perkara itu menyebut dalam pokok perkara ini gugatannya tentang wanprestasi. Itu berarti penggugat menganggap tergugat mengingkari janji yang telah disepakati sebelumnya.

”Penggugat meminta tergugat untuk menyerahkan sertifikat atas nama penggugat. Atau menyerahkan sertifikat induk yang belum dipecah ke para penggugat,” katanya.

Jika pada sidang selanjutnya, tergugat tidak datang, sidang akan tetap lanjut, untuk pembuktian yang harus dilaksanakan oleh penggugat. Tapi kalau nanti Sarjito muncul, berarati memberi kesempatan kepada para pihak untuk berdamai dulu melalui mediator.

”Jika mediasi gagal, baru dimulai persidangan dengan pembuktian pembacaan surat gugatan,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar