Hukum & Kriminal

15 Wabin Rutan Kelas IIB Ponorogo Sujud Syukur Usai Bebas Melalui Asimilasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Rutan kelas II B Ponorogo mendapat jatah pembebasan warga binaannya atas kebijakan dari Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly. Dimana untuk pencegahan penularan virus corona, Yassona mengeluarkan kebijakan asimilasi dan integrasi terhadap 35 ribu warga binaan di seluruh lapas maupun rutan se Indonesia.

“Ini dilakukan bertahap, selama seminggu ini kami ditargetkan ada 65 warga binaan yang mendapatkan kebebasan melalui asimilasi dan integrasi ini,” Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo Arya Galung, Jumat (3/4/2020).

Pada hari ini, kata Arya pihaknya melakukan pembebasan terhadap 15 warga binaan (wabin). Sehari sebelumnya juga sudah ada 8 warga binaan yang sudah bebas terkait dengan kebijakan tersebut. Untuk pencegahan Covid-19 ini, warga binaan yang dapat asimilasi dengan bertahan di rumahnya masing-masing. “Namun, selama di rumah warga binaan ini akan diawasi oleh balai pemasyarakatan (bapas),” katanya.

Warga pembinaan yang mendapat asimilasi ini umumnya terjerat pidana umum. Seperti laka lantas, penncurian, hingga narkoba. Selain itu sisa hukuman yang harus dijalani juga hanya beberapa bulan, tidak sampai pada akhir tahun ini. “Setelah bebas, warga binaan kami himbau untuk bertahan di rumah saja, sekali lagi itu untuk pencegahan virus corona,” katanya.

Pantauan beritajatim.com, setelah keluar dari Rutan, 15 warga binaan ini langsung melakukan sujud syukur atas kebijakan tersebut. Sebelumnya para warga binaan ini membuat suray pernyataan asimilasi yang bunyinya menyatakan mereka berdiam di rumah.(end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar