Hukum & Kriminal

15 Narapidana Lapas Kelas IIB Mojokerto Dapat Asimilasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 15 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB usai mendapat asimilasi di rumah. Para narapidana ini mendapatkan asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat. Dimana Permenhumham tersebut turunan dari Permenkumham nomor 10 tahun 2010.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Klas IIB Mojokerto, Bayu Novianto mengatakan, Lapas Klas IIB Mojokerto sudah melaksanakan kegiatan asimilasi di rumah sebanyak 27 orang. “Sebelumnya, ada 12 orang narapidana dan sekarang 15 orang narapidana,” ungkapnya, Rabu (17/2/2021).

Narapidana yang mendapat asimilasi mempunyai kriteria yang telah ditetapkan. Yakni, sudah menjalani separuh masa tahan atau setengah masa pidana, hampir dua per tiga masa tahanan dan bukan narapidana khusus. Seperti narapidana narkoba yang masa hukumannya di atas 5 tahun, tindak pidana korupsi (tipikor) dan teroris.

“Meski mendapat asimilasi di rumah, sebanyak 15 orang narapidana yang mendapat asimilasi ini masih dikenakan wajib lapor, baik ke RT/RW, kelurahan maupun ke Babinsa desa masing-masing. Selanjutnya akan dikontrol dan diawasi dari pihak balai pemasyarakatan. Mereka juga dilarang keluar kota,” katanya.

Bayu menegaskan, sebanyak 15 orang narapidana yang menjalani asimilasi atau masa cuti bersyarat belum sepenuh bebas secara administrasi. mereka diberi waktu di rumah selama 15 hari. Syarat asimilasi pun diperlukan jaminan, jaminan tersebut yakni pihak keluarga. Antara lain ayah kandung, ibu kandung, dan kakak kandung.

“Orang tua kita kasihkan form persyaratan perjanjian atau penjaminan untuk dimintakan tanda tangan ke RT/RW. Sebelum mereka nanti kembali ke Lapas, pihak lapas akan terlebih dahulu mensurvei ke rumahnya masing-masing dan nomor keluarganya,” jelasnya.

Sementara, salah satu narapidana yang menerima asimilasi di rumah, Edi Bayu (28) bersyukur karena ia bisa keluar dari Lapas lebih cepat. “Alhamdulillah senang sekali karena pulang dan bisa berkumpul dengan keluarga lebih cepat. Saya terjerat kasus narkoba, divonis 2 tahun 6 bulan,” ujarnya.

Warga Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto telah menjalani masa tahanan selama 18 bulan. Ia berencana kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarga terlebih dahulu, baru kemudian mencari kerja. Ia pun berkeinginan membangun usaha warung kopi.

Dengan adanya sebanyak 15 orang narapidana yang mendapatkan asimilasi di rumah, saat ini jumlah penghuni Lapas Klas IIB Kota Mojokerto sebanyak 849 orang. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar