Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

78 Personel Polres Madiun Bakal Siaga Ops Patuh Semeru 2021

Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru di Mapolres Madiun. (Foto: Humas Polres Madiun)

Madiun (beritajatim.com) – Berbeda dengan Operasi Patuh Semeru tahun – tahun sebelumnya, tahun ini bakal difokuskan pada pelanggaran protokol kesehatan. Khususnya di kawasan yang rawan kerumunan. Meski begitu, Polres Madiun tetap akan menilang pengendara jika memang ada pelanggaran.

“Kami akan fokuskan edukasi pada warga. Baik meningkatkan kepatuhan warga dalam berlalu lintas, berikut dengan penerapan protokol kesehatan. Meski kasus Covid-19 sudah menurun, tapi kami harap warga tidak lengah, sehingga perlu kami lakukan edukasi,” ungkap Kapolres Madiun AKBP Jury Leonard Siahaan usai Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru di Mapolres Madiun, Senin (20/9/2021).

Jury menyebut kalau sampai saat ini pihaknya bakal terus mengawasi kegiatan warga. Dia memprediksi jika euforia masyarakat tinggi, karena kegiatan dibatasi selama 1,5 tahun. Sehingga, pihaknya bakal memaksimalkan pengawasan kegiatan warga.

“Kalau memang ada kerumunan, tentu kami lakukan upaya persuasif dulu. Kami tetap berikan edukasi juga. Karena sesuai denga instruksi Mendagri, Madiun mssih perlu bersiaga. Kegiatan masyarakat tetap dibatasi. Regulasinya sudah jelas,” terang Jury.

Terpisah, Kasatlantas Polres Madiun AKP Firman Widyaputra menyebut kalau pihaknya sudah menyiapkan 78 personel untuk melakukan Operasi Patuh Semeru 2021. Sementara sudah disiapkan tiga Pos yakni di Pasar Mlilir, Pasar Dolopo, dan Pasar Pagotan.

“Tiga titik ini sementara yang jadi fokus kami. Mengingat potensi kerumunan yang tinggi di kawasan Pasar. Tiga pasar tersebut cukup tinggi aktivitasnya,” terang Firman.

Pun, untuk pelanggaran baik berupa pelanggaran lalu lintas dan pelanggaran protokol kesehatan bakal ada penindakan jika pelanggaran digolongkan signifikan. Tentu bakal diproses sesuai dengan prosedur hukum.

“Bukan berarti tidak ada penilangan langsung. Bisa jadinitu tetap ada, karena sifatnya situasional. Kami sudah ada mobil incar yang bakal mengincar pelanggar lalu lintas,” katanya. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar