Hukum & Kriminal

10.278 Ekor Benih Lobster Dijual Ilegal, Tiga Tersangka Diamankan Polda Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Menjual benih lobster secara ilegal tiga tersangka diamankan Unit IV Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, Sabtu (30/11/20199).

Ketiga tersangka yakni, AHP dan NW Ngedirejo, Pacitan, keduanya ditangkap saat di Jl Tol Ngawi dan DPK warga Desa Prigi, Watu Limo, Trenggalek.

Direskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, sebelum dikirim ke luar negeri, benih lobster tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dikolam penangkaran.

“Tersangka AHP dan NW, berperan sebagai transporter, sementara DPK yang merupakan residivis sebagai pengepul,” terang Gidion.

Gidion menjelaskan, pihaknya yang melakukan penyelidikan penangkaran benih lobster ilegal tersebut, anggotanya melakukan pembuntutan terhadap kedua tersangka yang akan mengirim 10.278 ekor lobster.

“Setelah melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka di Tol Ngawi, kami mengamankan tersangka DPK dirumahnya dan mengamankan barang bukti dua ribu benih lobster dikolam penangkaran di Tulungagung,” tambahnya.

Gidion menjelaskan lebih lanjut, tersangka melakukan tindak pidana ilegal fising, dimana benih Lobster yang masih dibawah 200 gram dilarang untuk diambil.

“Mengambil benih lobster yang sudah diatur dalam UU, mengakibatkan perusakan terhadap ekosistem laut dan hayati,” paprnya lebih lanjut.

Dalam keterangannya kepada penyidik, tersangka menjual benih lobster tersebut keluar negeri (eksport) dengan tujuan Ho Chi Min, Vietnam.” Benih Lobster tersebut dieksport ke Ho Chi Min Vietnam, melalui perjalanan dari Surabaya, transit di Singapura sebwlum sampai negara tujuan,” pungkas Gidion.

Guna memepertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat oasal 86 ayat (1) jo pasal 12 ayat (1) atau pasal 92 jo pasal 36 ayat (1) UU no 45 tahun 2009 tentang oerikanan dan diancam pidana selama 5 tahun penjara. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar