Hukum & Kriminal

1.416 Botol Miras Disita dari 72 Penjual di Wilayah Hukum Polresta Mojokerto

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi merilis hasil Operasi Tumpas Miras 2020. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 1.416 botol minuman keras (miras) dari 58 merk disita anggota Satgas Tipiring Sat Sabhara Polresta Mojokerto selama Operasi Tumpas Miras 2020. Sebanyak 1.416 botol miras tersebut disita dari 72 penjual miras ilegal yang ada di wilayah hukum Polresta Mojokerto.

Selama delapan bulan yakni mulai tanggal 1 Januari hingga 25 Agustus 2020, Satgas Tipiring Sat Sabhara Polresta Mojokerto mengamankan 72 penjual miras ilegal dan 66 orang pemabuk di tempat umum. Mereka menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto.

Sebanyak 138 orang tersebut telah mendapatkan putusan hukum tetap, sementara barang bukti berupa 1.416 botol miras dari 58 merk tersebut disita guna dilakukan pemusnahan. Dari 58 merk yang disita dari para penjual miras ilegal tersebut diantaranya, Jack Daniels, Skyy Vodka, The Macallan, Remi Martin, Chivas Regal dan Absolud Vodka.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi mengatakan, Operasi Tipiring akan terus gencar dilakukan menyusul akan digelarnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di empat polsek wilayah hukum Polresta Mojokerto. “Wilayah utara sungai, 4 kecamatan yang perlu kami lakukan antisipasi dalam hal cipta kondiso sasaran miras,” ungkapnya, Jumat (18/9/2020).

Masih kata Kapolresta, ribuan botol miras ilegal tersebut didapat dari sejumlah tempat. Seperti di warung, pertokoan dan juga online. Saat ini, lanjut Kapolresta, ada modus baru dalam melakukan transaksi miras ilagel yang menggunakan media sosial (medsos). Modus tersebut dinilai cukup menyulitkan petugas melakukan penindakan.

“Hasil penindakan ini dilakukan penegakan Perda Wali Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015 dan semuanya sudah dilakukan sidang tipiring di PN Mojokerto. Ada informasi di sosmed, ada orang yang menawarkan jasa menjualkan miras tersebut. Menggunakan COD, bisa jadi peredaran miras ini ada di luar kota dikirim COD dan dibayar di tempat,” katanya.

Kapolresta menambahkan, terkait asli tidaknya miras ilegal berbagai merk tersebut masih dilakukan penelusuran. Apakah KW atau asli, namun komposisi di label miras bermerk tersebut dipastikan merupakan minuman beralkohol. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar