Gaya Hidup

Wisatawan Dibatasi 20 Persen Dari Jumlah Kunjungan di Penanjakan Bromo

Malang(beritajatim.com) – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan memulai kegiatan pariwisata di kawasan itu dalam waktu dekat. Mereka kini sedang mempersiapkan draft SOP sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease-19.

“Yang jelas diatur protokol kesehatan untuk petugas, pengunjung, dan pelaku jasa wisata di Bromo. Untuk SOP masih ada tahapan-tahapan dan kami pastikan tahapannya akan berjalan efektif dulu,” kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Sarif Hidayat, Jumat, (26/6/2020).

Gunung Bromo

Syarif mengatakan, saat pembukaan wisata Bromo dimulai maka pembelian tiket akan menggunakan sistem online melalui situs bookingbromo.bromotenggersemeru.org. Pembelian secara online demi membatasi kontak fisik antara wisatawan dan petugas Balai Besar TNBTS.

“Jadi penjualan tiket lewat online, situs online ini yang akan kita maksimalkan. Semuanya wisatawan harus booking online,” ujar Syarif.

Syarif menyebut, dalam menerapkan aturan physicial distancing untuk spot selfie di beberapa view poin mulai dari Penanjakan, Bukit Cinta, Bukit Teletubies, hingga Lautan Pasir jumlah pengunjung yang hadir akan dibatasi. Jumlahnya, hanya 20 persen dari jumlah kunjungan wisatawan per hari. Untuk detailnya Balai Besar TNBTS masih akan merinci.

“Jadi nanti di kuota, mulai di Penanjakan, Bukit Cinta, Lautan Pasir dan sebagainya. Kuotanya antara 10 sampai 20 persen dari kunjungan biasanya. Detailnya angka saya tidak berani katakan karena belum detail. Tapi range-nya 10 sampai 20 persen saja dari kunjungan,” tandas Syarif. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar