Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Wisata Maharani Zoo dan Goa Dibuka, Begini Syarat Kunjunginya

Lamongan (beritajatim.com) – Berdasarkan asesmen situasi hasil rilis Kemenkes RI, Lamongan masuk PPKM Level 1, hal itu menunjukkan bahwa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Lamongan telah melandai. Sehubungan dengan itu pula, obyek wisata outdoor Maharani Zoo dan Goa Lamongan (Mazoola) juga akan dibuka untuk umum.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Bupati YES saat dirinya melakukan sidak kesiapan Mazoola, yang bertempat di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, pada Sabtu (11/9/2021).

Bupati YES saat melakukan sidak kesiapan Mazoola Paciran Lamongan.

“Mazoola menjadi salah satu obyek wisata outdoor yang masuk dalam uji coba pembukaan untuk umum, kami menyambut baik hal ini. Oleh karena itu, saat ini dilakukan sidak kesiapan Mazoola demi menyambut para pengunjung dengan protokol kesehatan (Prokes),” ungkap Bupati YES.

Sebagai Informasi, diketahui bahwa saat ini Mazoola telah masuk pada aplikasi PeduliLindungi. Oleh karena itu, salah satu syarat agar pengunjung dapat masuk ke wisata Mazoola ini adalah dengan cara menunjukkan penggunaan aplikasi tersebut.

Bupati YES saat melakukan sidak kesiapan Mazoola Paciran Lamongan.

“Selain pengunjung harus menunjukkan aplikasi PeduliLindungi, anak di bawah usia 12 tahun juga tidak diperbolehkan masuk obyek wisata. Selain itu, penerapan prokes ketat juga harus dilaksanakan oleh pengunjung, yakni memakai masker, penggunaan thermal scanner, dan pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 25% kapasitas, serta jam operasional sampai pukul 16.00 WIB,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bupati YES juga menuturkan, bahwa semua ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya dalam menggerakkan perekonomian di masa pandemi, tentunya dengan aturan-aturan dan batasan yang sesuai dengan Inmendagri yang telah dikeluarkan sesuai asesmen level PPKM.

Selain pembukaan obyek wisata, dalam Inmendagri nomor 39 tahun 2021, juga dijelaskan tentang pembolehan hajatan dengan pengaturan-pengaturan. Bahkan juga ditindaklanjuti dalam Surat Edaran Nomor 443.2/112/413.011/2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 Lamongan.

Aturan tersebut menjelaskan, bahwa hajatan sudah diperbolehkan dengan pengaturan pemberlakukan prokes yang ketat, pembatasan jumlah undangan sebanyak 25% kapasitas ruangan, penyediaan fasilitas prokes seperti thermal scanner, masker, tempat cuci tangan, hand sanitizer serta berkoordinasi dengan satgas desa dan kecamatan untuk mulai menggunakan aplikasi PeduliLindungi. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar