Gaya Hidup

Wisata Lembah Mbencirang di Mojokerto, Suguhkan Pemandangan Gunung Welirang dan Anjasmoro

Kolam renang di Wisata Lembah Mbencirang menjadi jujugan wisatawan.

Mojokerto (beritajatim.com) – Wisata Lembah Mbencirang ini berada di Desa Kebon Tunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Dengan pemandangan Gunung Welirang dan Anjasmoro wisata yang dikelola dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gajah Mada desa setempat ini cukup diminati masyarakat sebagai tujuan wisata.

Ini lantaran air yang ada di kolam Wisata Lembah Mbencirang merupakan mata air dari Gunung Werung sehingga cukup segar. Selain kolam renang yang menjadi jujugan masyarakat yang berlibur di Wisata Lembah Mbencirang, sejumlah wahana juga disediakan untuk memanjakan wisatawan.

Seperti kolam renang, water tubbing, terapi ikan, spot selfi, karaoke keluarga hingga wisata kuliner. Kuliner yang menjadi andalan di sini yakni tiwul. Makanan dari bahan ketela pohon ini cukup digemari wisatawan lantaran yang keberadaannya tak lagi banyak ditemui. Ditambah ada minuman toga, Weton 19.

Yakni minuman toga dari kepanjangan Wedang Anti Corona dan 19 diambil dari angka 19 menunjukkan virus yang melanda dunia termasuk Indonesia, Covid-19. Hanya dengan membayar tiket sebesar Rp10 ribu untuk dewasa dan Rp5 ribu untuk anak-anak, wisatawan sudah bisa menikmati keindahan Gunung Welirang dan Anjasmoro dengan bermain air.

Sementara untuk wahan ada tiket masing-masing spot selfie Rp5 ribu untuk orang, terapi ikan harga Rp5 ribu per orang, kereta atau odong-odong untuk anak-anak Rp5 ribu per orang dan Water tubing Rp20 ribu per orang. Rencananya, sebelum lebaran ada dua wahana baru yakni ATV dan arum jeram.

Wisata Lembah Mbencirang sekitar 20 KM dari Kota Mojokerto ke arah selatan. Letaknya berada di ujung desa yang berbatasan dengan hutan wilayah Perhutani. Meski begitu, kondisi jalan menuju Wisata Lembah Mbencirang sudah cukup memadai dan bisa ditempuh kendaraan baik roda dua maupun empat.


Direktur BUMDes Gajah Mada, Andi Yuniarto mengatakan, Wisata Lembah Mbencirang berdiri di Tanah Kas Desa (TKD) seluas 3 hektar. “Wisata ini dibangun bulan Agustus tahun 2017, namun ide pengagas sudah ada sejak tahun 2015. Dulunya merupakan lahan pertanian,” ungkapnya, Sabtu (17/4/2021).

Jumlah pengunjung di hari biasa sebelum pandemi mencapai 100 orang sampai 200 orang di hari libur hampir 500 orang. Namun sejak pandemi melanda, Maret 2020 lalu jumlah pengunjung turun hingga 60 persen. Sehingga kondisi ini mempengaruhi pemasukan yang sebelumnya mencapai Rp120 juta.

“Karyawan dan pemilik warung 90 persen warga desa Kebon Tunggul. Untuk wahana yang paling diminati kolam renang karena airnya berasal dari sumber mata air Gunung Werung. Saat ini, kami masih proses pembangunan home stay sehingga direncanakan akan buka 24 jam. Kalau saat ini buka mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB,” jelasnya.

BUMDes Gajah Mada pada tahun 2019 lalu menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai BUMDes Terbaik Harapan III dan tahun 2020 lalu atas kontribusinya dalam 5th Running up Social Media & Digital Marketing Category in BUMDes Award PKKPBI-ITS vs Pemerintah Provinsi Jawa Timur. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar