Gaya Hidup

Wedding Organizer di Mojokerto Gelar Simulasi Resepsi Pernikahan Aman dari Covid-19

Mojokerto (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 berimbas cukup besar terhadap para pekerja industri pernikahan di Kabupaten Mojokerto. Bagaimana tidak, sudah tiga bulan lebih mereka kehilangan pekerja karena masyarakat dilarang menggelar acara pesta pernikahan dalam masa pandemi ini.

Di tengah pemerintah mensosialisasikan persiapan New Normal, mereka melakukan inovatif agar bisa bekerja meski di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan menggelar simulasi pernikahan aman dari Covid-19 yang dilakukan sejumlah pekerja industri pernikahan di Kabupaten Mojokerto

Simulasi pernikahan aman dari Covid-19 digelar di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Lokasi didesain layaknya seperti pesta pernikahan sungguhan. Mulai dari adanya sepasang pengantin, orang tua mempelai, penerima tamu lengkap dengan meja dan juga buku tamunya serta tentu saja tamu undangan.

Pelengkap diresepsi pernikahan pun juga disiapkan. Seperti penari cucuk lampah, kembang mayang, MC, pekerja sound system, dokumentasi foto dan video. Simulasikan dilakukan secara nyata layaknya resepsi pernikahan, namun tetap dengan menggunakan protokol kesehatan. Seperti jaga jarak dan pakai masker termasuk mempelai.

Ketua Komunitas Foto dan Video di Kabupaten Mojokerto, Dewa Radjasti Sakti Aji mengatakan, simulasi pernikahan aman Covid-19 digelar berawal dari rasa keprihatinan terhadap nasib teman-teman seprofesi.

“Sudah tiga bulan tidak ada kegiatan sama sekali. Tidak dapat job otomatis kami tidak dapat penghasilan,” ungkapnya, Selasa (23/6/2020).

Masih kata Dewa, konsep simulasi digelar sama dengan resepsi pernikahan seperti biasanya. Yang membedakan hanya prosesnya yakni dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Seperti tamu undangan diatur tempat duduknya dengan jarak aman satu meter.

“Tamu yang masuk ke lokasi resepsi dibatasi sesuai dengan kapasitas tempat yang disediakan tuan rumah, ini untuk menghindari terjadinya penumpukan massa. Di pintu masuk akan dijaga petugas yang akan mengarahkan dan mengatur jumlah tamu yang masuk dengan menerapkan protokol kesehatan. Yakni mengecek suhu tubuh,” ujarnya.

Jika di dalam lokasi resepsi masih banyak, lanjut Dewa, tamu tidak akan dibolehkan masuk dulu sebelum di dalam sudah longgar. Tamu yang di dalam lokasi resepsi juga tidak diperbolehkan lama-lama sehingga bisa bergantian dengan tamu lainnya untuk memberikan ucapan selamat kepada mempelai.

“Sebelum digelar resepsi pernikahan, lokasi resepsi akan disterilkan terlebih dahulu dengan menyemprotkan cairan disinfektan di seluruh properti yang digunakan dalam acara resepsi pernikahan. Tamu yang masuk juga diwajibkan cuci tangan, sementara untuk tradisi berjabat tangan diganti dengan salam siku,” imbuhnya.

Dewa menambahkan, pihaknya sudah mengajukan surat permohonan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto untuk bisa menerapkan sejumlah langkah-langkah resepsi aman dari Covid tersebut. Pihak pemda setempat juga mendukung langkah pekerja industri pernikahan di Kabupaten Mojokerto tersebut.

“Pemkab mendukung tapi tidak punya kuasa untuk memberikan izin, karena yang punyak izin penuh adalah pemprov. Kami sudah mengajukan ke Pemprov Jatim, namun karena bentuk tulisan sehingga mereka kurang paham dan tidak diberikan izin karena tidak ada visualnya. Sehingga simulasi ini kami gelar dan nanti akan diajukan ke Pemprov sebagai referensi,” tegasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar