Gaya Hidup

Waspadai Rambut Sering Rontok, Pertanda Apa?

pexels

Surabaya (beritajatim.com) – Apakah rambut Anda sering mengalami kerontokan dalam jumlah yang besar? Kerontokan rambut bisa menyebabkan penipisan helai rambut hingga kebotakan total. Banyak faktor yang menyebabkan rambut rontok, bisa dari faktor genetik, penggunaan produk yang salah hingga, gejala penyakit tertentu.

Melansir dari American Academy of Dermatology, Rabu (1/9/2021) Dr. Arthur Zacco, melaporkan bahwa lebih dari 80 juta orang Amerika saat ini mengalami kerontokan rambut. Jumlah tersebut merupakan seperempat populasi nasional negera Amerika. Bagi kebanyakan orang, rambut rontok bersifat genetik atau hanya bagian dari penuaan. Tapi bagi orang lain, hal tersebut bisa menjadi pertanda suatu penyakit tertentu. Berikut ini beberapa penyebab Anda mengalami kerontokan rambut seperti dilansir dari Drugs dan berbagai sumber:

Telogen effluvium

Melansir dari Drugs, Rabu (1/9/2021) kerontokkan rambut ini terjadi akibat stres yang parah, biasanya dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan. Gejala telogen effluvium juga dapat terjadi karena perubahan kadar hormon secara tiba-tiba, terutama pada wanita setelah melahirkan. Seperti dilansir dari Health, Michelle Henry, MD, seorang dokter kulit yang berbasis di New York mengatakan stres atau penyakit (saat ini, termasuk COVID-19) dapat menyebabkan kerontokan rambut.

“Jika tubuh kita merasakan stres mental, akan menyebabkan pertumbuhan rambut terhenti. Dan ketika pertumbuhan rambut terhenti, maka akan terjadi kerontokan,” ujar Dr. Henry. Lebih lanjutnya, ketika seseorang stres, tubuhnya akan melepaskan hormon kartisol, yang dapat memengaruhi folikel rambut dan menyebabkan kerontokan.

Efek samping obat

Dampak dari mengonsumsi obat yang berlebihan juga menyebabkan rambut rontok. Obat-obatan yang mengandung lithium, beta-blocker, warfarin, heparin, amfetamin dan levodopa (Atamet, Larodopa, Sinemet) memiliki senyawa yang dapat menyebabkan kerontokan rambut secara tiba-tiba. Menurut American Academy of Dermatology, kelebihan vitamin A juga memicu rambut rontok.

Gejala penyakit tertentu

Rambut rontok bisa menjadi salah satu gejala penyakit medis, seperti lupus eritematosus sistemik, sifilis, gangguan tiroid seperti hipotiroidisme, hingga ketidakseimbangan hormon seks. Gejala ini sering menyerang seseorang dengan diet ketat dan wanita yang memiliki fase menstruasi yang sangat deras. [rsf/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar