Gaya Hidup

Warga Tuban Berburu Entung Jati untuk Dimasak dan Dijual

Warga Tuban sedang mengambil entung jati yang ada di hutan setempat

Tuban (beritajatim.com) – Memasuki awal musim penghujan sejumlah warga yang tinggal di kawasan sekitar hutan jati yang tersebar di Kabupaten Tuban mulai berburu kepompong ulat jati atau lebih dikenal dengan nama entung jati.

Warga berburu entung jati untuk dijadikan kuliner. Kepompong tersebung dimasak kemudiak dijadikan lauk untuk makan. Tak hanya itu, sebagian warga juga menjual entung tersebut kepada para pelanggan.

Fenomena keberadaan entung jati tersebut sudah terjadi di beberapa kecamatan yang ada di Tuban. Seperti Kecamatan Montong, Senori, Jatirogo, Semanding dan juga Kecamatan Merakurak. Kawasan tersebut memang dikenal sebagai deretan hutan jati.

“Sekarang sudah mulai musimnya entung. Musimnya setahun sekali, yakni saat memasuki penghujan,” ujar Warsiman (47), warga Desa Maindu, Kecamatan Montong, Sabtu (4/1/2020).

Keberadaan entung itu sendiri berawal dari ulat yang memakan daun pohon jati yang baru tumbuh saat musim hujan. Dari ulat jati yang turun ke tanah itu membutuhkan proses sekitar tiga sampai lima hari agar bisa menjadi entung. Nah, dari situlah kemudian diburu oleh warga sekitar hutan jati.

Sejumlah warga yang ikut berburu entung jati itu mengaku sebagian dari mereka sudah biasa mencari kepompong itu. Namun, sebagian warga baru pertama kali ikut mencari entung di kawasan hutan Jati itu lantaran penasaran ingin memasaknya.

Entung jati yang dimasak tumis rasanya nikmat dan kaya protein

“Baru kali ini saya ikut mencari entung. Ini cuma dapat sedikit, jadi ya dimasak sendiri, karena penasaran rasanya,” ungkap Basimah (50) warga Kecamatan Montong.

Sementara itu, Purnomo (29), warga Kecamatan Jatirogo, mengatakan bahwa kuliner entung jati itu rasanya sangat gurih dan nikmat. Sehingga ia sendiri sering masak dan bahkan rela beli dengan harga mahal untuk mendapatkannya.

“Memang rasanya nikmat sekali, cukup dimasak tumis. Kemarin ada yang jual satu botol air mineral Rp 60 ribu, kalau yang botol kecil Rp 30 ribu,” ujar Purnomo yang mengaku sudah tiga kali masak entung jati selama awal musim penghujan. [mut/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar