Gaya Hidup

Warga Ponorogo Sulap Limbah Kaca Jadi Karya Seni Bernilai Tinggi

Miran saat menunjukkan hasil karyanya yang terbuat dari limbah kaca [Foto: Istimewa]

Ponorogo (beritajatim.com) – Ditangan orang kreatif, barang yang kelihatannya tidak berguna, bisa disulap menjadi sebuah karya seni unik. Seperti yang dilakukan oleh Miran, warga asal Desa Bekare, Kecamatan Bungkal Ponorogo.

Dia memanfaatkan limbah kaca yang berada di sekitar rumahnya menjadi kerajinan tangan yang unik dan bernilai jual tinggi. “Pembuatan karya seni dari limbah kaca ini sudah saya lakukan sejak tiga tahun yang lalu,” kata Miran, Senin (19/8/2019).

Ide pembuatan aneka model kerajinan dari kaca ini, memurut Miran, saat dirinya baru saja pulang dari perantauan. Kala itu dirinya tidak mempunyai pekerjaan tetap saat berada di kampung halaman. Lantas Miran iseng-iseng membuat kerajinan dari kaca. “Mengapa kok kaca? ya karena waktu itu banyak sekali limbah kaca di sekitar rumah,” katanya.

Pembuatan kerajinan tersebut, kata Miran, cukup mudah. Yang pertama limbah pecahan kaca itu dipotong kecil-kecil. Setelah selesai dipotong dengan ukuran-ukuran tertentu, kemudian kaca yang sudah dipotong dirangkai dengan lem.

Miran menjelaskan bahwa replika menara Eiffel, menara petronas,dan replika mesjid Demak menjadi kerajinan tangan yang pernah Miran buat. “Saya juga membuat berbagai kaligrafi, juga dari bahan pecahan kaca,” ungkapnya.

Berapa harga hasil karya itu? Miran mengungkapkan harganya mulai dari ratusan ribu hingga belasan juta rupiah. Sedangkan untuk pemasarannya, selama ini Miran memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan karya seninya tersebut.

“Pemanfaatan limbah pecahan kaca ini, itung-itung bisa mengurangi sampah non-organik, yang mana kian hari kian menggunung,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar