Gaya Hidup

Warga Binaan Lapas Banyuwangi Berlomba Bikin Motif Batik Gajah Oling

Banyuwangi (beritajatim.com) – Sejumlah warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banyuwangi ikuti lomba cipta batik dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. Motif yang dilombakan adalah Gajah Oling Jeruji yang telah menjadi ciri khas Lapas ini.

Meski sebagian besar mereka baru pertama kali mengenal bati, namun tak membuat mereka canggung dalam perlombaan. Bahkan, beberapa di antara mereka mampu menghasilkan batik dengan motif indah dan mempesona.

Nur Halim misalnya. Dia mengaku baru pertama kali mengikuti lomba mendesain motif batik. Awalnya, dia kesulitan untuk menentukan desain yang akan dibuat.

“Yang tersulit membuat motif batik yaitu saat membuat pola, apalagi saya belum pernah mengikuti pelatihan,” kata Nur Halim, Rabu (2/10/2019).

Tapi itu tak membuat Nur Halim patah arang. Karena, lomba ini menjadi pengalaman berharga buatnya. Pasalnya, selain pengalaman baru, ini juga dapat menambah pengetahuan dan bekal dirinya saat keluar Lapas kelak.

“Atas pelatihan ini, ketika keluar nanti saya bisa menjadi lebih baik dan mampu mengembangkan ilmu batik saat di luar nanti,” ungkapnya.

Lomba ini menghadirkan Didik Harianto pengusaha asal Madura yang sekaligus didapuk sebagai juri. Dia mengapresiasi kegiatan dan buah karya dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas kelas IIB Banyuwangi ini.

“Jauh datang dari Sumenep hanya ingin menemui temen-temen warga binaan yang ada di Lapas Banyuwangi ini. Tepat pada tanggal 2 Oktober 2019, Hari Batik Nasional di mana momentum ini harus menjadi semangat kepada Warga Binaan Lapas Banyuwangi bagaimana cara mengembangkan batik tulis saat ini, sehingga tidak ketinggalan batik printing,” ungkapnya

Didik berpesan kepada WBP untuk lebih kreatif agar meningkatkan nilai tambah dan pengalaman saat keluar dari Lapas Banyuwangi.

“Pesan saya harus lebih kreatif lagi, jadi bagaimana meningkatkan nilai tambah terhadap pendapatan nanti, sehingga setelah keluar dari Lapas sudah mempunyai keahlian. Karya warga binaan Lapas ini cukup luar biasa, namun mereka harus lebih kreatif, lebih dipoles lagi, karena semakin kreatif semakin banyak mendapat nilai tambah,” imbuhnya

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Banyuwangi, Ketut Akbar Herry Ahcjar mengatakan, pihaknya sengaja mengadakan lomba desain batik khusus untuk Warga Binaan Bayuwangi dalam rangka hari Batik Nasional. Pesertanya, melibatkan seluruh Warga Binaan baik yang pria maupun perempuan di tempat tersebut.

“Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan hari Batik Nasional dan kebetulan di Lapas Banyuwangi ini juga ada sanggar Batik Gajah Oling Jeruji,” terangnya.

Kali ini, kata Akbar, pihaknya sengaja mengundang pengusaha batik sukses asal Madura sebagai juri perlombaan. Kedatangannya, sekaligus memberikan arahan kepada warga binaan lapas banyuwangi.

“Beberapa kali di undang, alhamdulillah Bapak Haji Didik bisa datang dan sekaligus menjadi juri dalam perlombaan desain Batik yang di selenggarakan Lapas Kelas IIB Banyuwangi,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Lapas Kelas IIB Banyuwangi memiliki motif Bagajo atau kepanjangan dari Batik Gajah Oling yang beda dari motif lainnya. Karena, setiap motif batik itu terdapat ciri khas yaitu dibubuhi motif gelang-gelang yang diibaratkan borgol. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar