Gaya Hidup

Film Diperankan Difabel

Wali Kota Surabaya: Ada Nilai Moral dalam Film Tegar

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Saat nonton film Tegar

 

 

Surabaya (beritajatim.com) – Tak mudah memang menjadi seorang Tegar, pemuda yang masih kelas 5 sekolah dasar ini memiliki kekurangan dalam fisiknya. Namun dari keterbatasan ini Tegar menunjukkan kelebihanya menjadi seorang aktor cilik.

Membintangi Film Tegar sebuah film drama keluarga di Indonesia yang diperankan oleh seorang difabel sebagai tokoh utamanya.

Film ini merupakan karya Filmmaker professional dan pola inclusive filmmaker, yang dibuat untuk mendukung Sustainable Development Goals Agenda denganpremis “LEAVE NO ONE BEHIND”.

Berkisah kisah kehidupan seorang anak berkebutuhan khusus. Tegar adalah anak berusia 10 tahun yang menginginkan kehidupan layaknya anak pada umumnya, yaitu bersekolah dan memiliki teman sebaya.

Tepat di hari ulang tahunnya, Tegar meminta dua hadiah spesial kepada sang Kakek yaitu sekolah dan memiliki teman. Namun, keputusan Kakek untuk mewujudkan mimpi Tegar membuat Kakek dan Ibu berselisih. Akhirnya, Tegar memutuskan untuk pergi dari rumah demi mewujudkan mimpi dan melihat dunia luar.

M Aldifi Tegarajasa, anak berusia 9 tahun asal Bandung perankan film Tegar

Sosok Tegar dalam film ini diperankan oleh M Aldifi Tegarajasa, anak berusia 9 tahun asal Bandung. Terlahir dengan kondisi yang tidak ideal, Tegar mendapat dukungan yang luar biasa dari keluarga sehingga dapat tumbuh menjadi anak yang positif dan kreatif terlepas dari segala keterbatasannya.

Untuk mempersiapkan film ini, Tegar menjalani program pelatihan seni peran selama 1,5 tahun bersama tim profesional. Proses pelatihan ini juga dirangkum oleh tim Inklusif Filmmaker dalam sebuah film dokumenter agar dapat menginspirasi anak-anak berkebutuhan khusus lainnya.

Disutradarai oleh Anggi Frisca, yang berupaya membentuk gerakan untuk tidak meninggalkan siapa pun di belakang kita. Setiap manusia pasti membutuhkan orang lain, bukan hanya mereka yang berkebutuhan khusus, melainkan siapa pun. Mereka yang berkebutuhan khusus bukan berarti kekurangan, melainkan mereka spesial melebihi manusia lainnya.

Setiap manusia berhak untuk memiliki kesamaan hak dalam hidup. Beberapa aktor ternama juga turut aktif untuk beradu akting bersama Tegar, diantaranya Sha Ine Febriyanti sebagai Ibu, Deddy Mizwar sebagai Kakek, dan Joanita Chatarine sebagai Isy.

Di Surabaya salah satunya, para pejabat publik tengah menikmati pemutaran film di Tunjungan Plasa Surabaya yaitu Ery Cahyadi Walikota Surabaya mengaku sangat terharu dengan karya film yang sangat menginspitatif seperti ini.

Bagaimana tidak dibalik kekurangan seseorang ada sebuah kelebihan yang bisa kita lihat dan bermanfaat. Maka dari film ini juga saya tengah membangun rumah kreasi bagi para difabel untuk berkarya menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat juga bagi banyak masyarakat.

“Jadi ada nilai moral yang tersirat dalam film ini, dimana dibalik kekurangan ada kelebihan yang bermanfaat bagi orang lain. Hal-hal yang seperti ini yang harus kita beri wadah karena mereka juga butuh wadah untuk mengeksplore kelebihanya. Di Surabaya akana ada saya bangun rumah khusus mereka untuk mengembangkan diri dengan harapan mereka bisa mengekapresikan kelebihanya dan bermanfaat untuk orang banyak,”ungkap Eri.

Diketahui film ini menggandeng beberapa filmmaker kenamaan Indonesia, seperti Galang Galih, Alim Sudio, dan Andi Riyanto.
Spesialnya, bukan hanya sang pemeran utama yang merupakan seorang difabel, film TEGAR juga turut melibatkan teman-teman difabel hampir di seluruh divisi dalam proses produksi.

Diantaranya Alm. Ahmad Dzoel yaitu fotografer profesional, Ramandhika Haikal yang bertanggung jawab untuk foto BTS, Prihartono Mirsaputra serta Asep sebagai pemeran Akbar
dan Mang Acong, dan Yuktiasi Proborini sebagai konsultan naskah untuk film disabilitas.

Film TEGAR diproduksi oleh Aksa Bumi Langit, yaitu rumah produksi dari Bandung yang memiliki perhatian khusus terhadap gerakan anak muda, isu lingkungan, serta isu sosial, yang menjadi motor penggerak dalam pembuatan film. Aksa Bumi Langi mengedepankan kekuatan film, seni, dan ide, untuk menginspirasi masyarakat demi menciptakan dunia yang lebih baik.(way/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar