Gaya Hidup

Valentine di Tengah Pandemi, Cokelat Tetap Diburu Pembeli

Surabaya (beritajatim.com) – Perayaan hari Valentine identik dengan cokelat. Tidak heran jika masyarakat kerap kali memburu cokelat dengan varian bentuk dan rasa untuk diberikan kepada yang spesial. Tentu hal ini membuat semua gerai cake atau cokelat kebanjiran order.

Salah satunya Dapur Cokelat di jalan Biliton, Surabaya. Sejak awal Februari lalu banyak sekali customer yang sudah memburu cokelat khas untuk hari Valentine. Tampaknya pandemi Covid-19 tidak berdampak penurunan penjualan karena moment hari kasih sayang masih diminati.

Supriyanto, Manager Area Dapur Cokelat Surabaya mengatakan di moment valentine saat ini ada kenaikan penjualan jika dibandingkan dengan hari biasa. Terbukti, ketika mengeluarkan 16 produk tema valentine ternyata customer dengan cepat memburu.

“Di bulan Februari ini kenaikannya cukup bagus,meski memang di masa pandemi. Di awal pandemi kita sempat turun penjualan namun di tengah tahun kita sudah hampir kembali normal terutama di bulan Februari ini karena ada momen. Namun untuk presentase penjualan kita masih belum bisa memperhitungkan secara global,” ungkap manager yang kerap di sapa Pria ini, Jumat (12/2/2021).

Adapun 16 macam cokelat khas valentine ini di antaranya dont break my heart, heart in a box, the silhouettr of love, blessing in disguise, mini heart, a boax of effrction, pebbles , hearts with a kiss, love bars, choho cranberry. Harga mulai dua belas ribu rupiah hingga tiga ratus ribu rupiah.

Yang menarik ada beberapa pilihan bucket yang bisa dibeli tanpa harus ribet mengemas dan menghias. Seperti collection of love, lollipop, a sign of love, pockrt hearts, l love you beary much dab the sound of love.

“Tahun ini lebih spesial dan berbeda dengan tahun lalu, dari 16 produk tema valentine karema tahun ini lebih bermain bentuk dan warna yang soft dan rainbow,” imbuhnya. [way/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar