Gaya Hidup

Usir Covid-19, Komunitas Adat Majapahit Larung Sesaji di Sungai Brantas

Mojokerto (beritajatim.com) – Kominitas adat Majapahit di Mojokerto menggelar ritual larung sesaji di pinggir Sungai Brantas Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Larung sesaji tersebut berupa kepala sapi dan kambing yang dilarang ke sungai terpanjang di Provinsi Jawa Timur ini.

Dengan menggelar tikar di pinggir sungai, ritual larung sesaji dari lintas agama tersebut secara bergantian memimpin doa dengan cara yang berbeda beda-beda sesuai dengan keyakinan mereka masing-masing. Selain itu sejumlah sesajian, turut dihadirkan. Seperti kepala sapi, kambing, tumpeng dua warna, buah-buahan dan bunga.

Pemangku adat, Ki Probo Diningrat mengatakan, ritual larung sesaji tersebut tujuannya tak lain sebagai ikhtiar untuk menolak balak. Dimana saat ini Indonesia khususnya Mojokerto sedang dilanda bencana non alam yakni virus corona (Covid-19). “Sesaji ruatan murwoh kulo agung tujuannya hanya satu. Khusus morwoh kulo alam. Angin, Banyu, Geni, Lemah,” ungkapnya, Sabtu (25/4/2020).

Tujuannya, lanjut Ki Probo, untuk menolak sengkolo besar di dalam suatu negara karena saat ini alam sedang bergejolak. Sehingga ritual lewat paweton alam juga. Seperti menebar wewangian, membakar dupa dan menebar kembang. Sementara sesaji untuk ruating angin yakni menitralirsir wabah virus yang saat ini sedang berkembang ini.

“Kepala sapi dan kambing yang digunakan untuk ritual, tidak sembarangan sapi. Melainkan harus memenuhi kreteria untuk penolak balak yakni warnanya harus mulus. Dua simbol ini (kepala sapi dan kambing), sebagai penolak wabah besar dan menelolak wabah kecil,” tegasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar