Gaya Hidup

Hasil Evaluasi BB TNBTS

Usia Rentan Dilarang Berkunjung ke Gunung Bromo

Kambing untuk Yadnya Kasada Gunung Bromo

Malang (beritajatim.com) – Usai melakukan rapat evaluasi, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengeluarkan aturan baru. Wisatawan dengan usia rentan, yakni di bawah 10 tahun dan di atas 60 tahun tidak diperbolehkan berkunjung atau memasuki kawasan Gunung Bromo selama masa pandemi Covid-19.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar TNBTS, Syarif Hidayat mengatakan, rapat evaluasi ini digelar bersama perwakilan dari Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan. Mereka yang mengikuti rapat evaluasi, Polisi, TNI, Dinas Kesehatan, BPBD dan pelaku jasa pariwisata.

“Batasan umur pengunjung yaitu minimal usia 10 tahun dan usia maksimal 60 tahun. Ini terkait daya tahan tubuh. Usia diatas infonya rentan daya tahan tubuhnya,” kata Syarif, Sabtu (12/9/2020).

Syarif mengatakan, hasil evaluasi juga mengingatkan protokol kesehatan dan SOP yang sudah ada harus tetap dipedomi dan diterapkan. Seperti pakai masker, desinfektasi, social distancing, surat keterangan sehat, booking online, dan lainnya.

“Kita berharap pada saat booking pengunjung membaca dan memahami syarat dan ketentuan yang tertuang. Mudah-mudahan tidak ada kejadian pengunjung ditolak. Dan berharap semua bisa memahami SOP kunjungan dalam situasi pandemi ini,” papar Syarif.

Selain itu, mereka juga menambah jumlah kuota kunjungan menjadi 40 persen dengan rincian, Penanjakan 250 orang dari sebelumnya 178 orang. Bukit kedaluh 129 orang dari sebelumnya 86 orang. Bukit Cinta 42 orang dari sebelumnya 28 orang. Mentigen 150 orang dari sebelumnya 100 orang dan Savana atau teletubies 694 orang dari sebelumnya 347 orang.

“Penambahan jumlah kuota kunjungan menjadi 40 persen. Jumlah total kunjungan menjadi 1.265 orang dari sebelumnya 739 orang perhari. Sesuai dengan kesepakatan para pihak terhitung Senin, 14 September 2020 aturan ini diberlakukan,” tandasnya. [luc/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar