Gaya Hidup

Unik, Ngopi di Atas Bus Dapat Pengetahuan Sejarah Kota Malang

Ngopi di atas bus Pandawa87 sambil keliling Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Sebuah perusahaan otobus Pandawa 87 membuat konsep tempat nongkrong baru. Yakni, ngopi atau minum kopi di atas bus pariwisata milik mereka yang disulap menajadi sebuah kafe. Bus ini berkapasitas 28 orang, para traveler selain ngopi juga diajak keliling Kota Malang sambil mendengarkan sejarah singkat yang diceritakan oleh pemandu wisata.

Fasilitas di dalam unit armada bus Mercedes Benz OH 1626 antara lain tempat duduk eksekutif, toilet, full musik atau karaoke, serta pemandu wisata selama perjalanan. Kemudian pengunjung akan mendapatkan sebuah minuman kopi, dan makanan ringan. Tarif yang dibandrol Rp50 ribu untuk perjalanan keliling Kota Malang sekira 90 menit.

“Tentu kami memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 karena masih dalam keadaan pandemi Covid-19. Setiap hari selain Jumat jam keberangkatan dibagi empat sesi. Yakni pukul 10.00, 13.00, 16.00 dan 19.00 WIB. Sedangkan hari Jumat, hanya tersedia tiga sesi pukul 13.30, 16.00, dan 19.00 WIB,” papar Manajer Pandawa 87, Romy Yudha Manajer, Sabtu, (4/7/2020).

Romy mengaku membuat program Ngipok Uklam atau ngopi sambil keliling kota karena bus pariwisata yang mereka miliki sepi order akibat dampak pandemi Covid-19. Sehingga mereka menyulap satu bus pariwisata menjadi kafe. Selama perjalanan peserta Ngipok Uklam akan melintasi sejumlah bangunan ikonik di Kota Malang.

Di mulai dari melintas melewati Taman Krida Budaya, melintas ke kawasan Arjosari hingga ke pusat oleh-oleh Kripik Tempe Sanan. Selanjutnya, melintas ke Stasiun Malang dan berlanjut ke Bundaran Tugu, Balaikota Malang. Wisatawan akan berhenti sejenak turun dari bus dan diberi waktu untuk menikmati taman kota Alun-alun Tugu.

Wisatawan selanjutnya dibawa ke kawasan cagar budaya Ijen Boulevard. Di sini traveler juga diberi waktu untuk turun sejenak melihat bangunan-bangunan heritage di sepanjang Jalan Ijen. Setelah itu rombongan akan dibawa kembali ke titik kumpul di depan distro Realizm87 di kawasan Soekarno-Hatta, Kota Malang.

“Tidak hanya ngopi dan keliling Kota Malang, masyarakat akan dipandu oleh tour guide. Ada edukasi yang didapat. Banyak tempat wisata dan ikon bersejarah. Kadang orang tidak tahu sejarah stasiun, Alun-alun Tugu, Ijen Boulevard padahal sering kali melintas kawasan itu,” kata Romy.

Salah satu wisatawan peserta rombongan Ngipok Uklam, Theo Ariyawan Hidayat mengaku senang dengan pengalaman baru yang dia dapat. Kebetulan dia mengaku sebagai pecinta kopi, saat melihat ada kafe di atas bus dengan berkeliling Kota Malang dia bersama temannya mencoba sensasi baru ini.

“Saya suka ngopi, pingin nyoba aja. Ternyata asik ngopi di atas bus terus kita lihat-lihat Kota Malang dapat pengetahuan dari pemandu wisata, jadi asik sih,” tandas Theo. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar