Gaya Hidup

Umat Hindu Gelar Upacara Melasti di Pertigaan Jolotundo

Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan umat Hindu menggelar upacara Malasti di Pertirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (2/3/2019). Tema Hari Raya Nyepi tahun ini yakni ‘Dengan Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019’, umat Hindu berharap Pemilu 2019 berjalan sukses.

Upacara Melasti merupakan satu dari rangkaian upacara dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941 yang jatuh pada tanggal 7 Maret 2019. Upacara tersebut dipimpin pemangku. Sebelum upacara dilakukan, ratusan umat Hindu mengarak jempana dan sesaji.

Ratusan umat Hindu yang tergabung dari beberapa Pura yakni Pira Gondang, Pura Bangsal dan Pura Pungging mengarak jempana dan sesaji diiringi suara lonceng dari luar hingga pelataran Pertirtaan Jolotundo. Jempana dibawa dengan cara dipikul sedangkan sesaji dibawa dengan cara dijunjung.

Sesampainya di pelataran para peserta upacara Melasti, ratusan umat Hindu disambut oleh sebuah tarian ucapan selamat datang dan disambut pemangku (orang yang disucikan). Sebagian umat Hindu meletakkan jempana dan sesaji di bibir kolam Pertirtaan Jolotundo.

Dengan menggunakan pakaian adat tradisional, ratusan umat Hindu mengikuti jalannya upacara dengan khidmat dan tenang. Setelah itu, pemangku adat melakukan ritual dan dilanjutkan dengan persembahyangan. Seketika suara lantunan doa dan bunyi lonceng yang nyaring menyeruak. Para umat Hindu berdoa dengan khidmat.

Usai melakukan persembahyangan beberapa pemangku berkeling membawa air suci yang di taruh dalam wadah plasti. Setelah pemangku membacakan doa-doa, air suci yang sudah disiapkan dibagikan atau dipercikkan ke para peserta upacara Melasti.

Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), I Gusti Ketut Budiarta mengatakan, upacara Melasti merupakan proses sebelum Hari Raya Nyepi. “Melasti adalah upacara pembersihan diri. Hari ini secara vertikal atau pembersihan alam semesta,” ungkapnya.

Pada 6 Maret 2019, akan dilaksanakan Tawur Agung yang diartikan pembersihan dalam. Selain itu, jika proses Melasti dan Tawur Agung sudah dilakukan saat Nyepi umat Hindu akan melakukan Catur Brata penyepian. Yakni, amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak melakukan pekerjaan), amati lelanguan (menghentikan kesenangan), amati lelungaan (tidak berpergian).

“Total ada enam rangkaian upacara. Makna Melasti sendiri adalah pembersihan alam semesta Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Umat berharap dengan digelarnya upacara Melasti, diharapkan kehidupan bisa berlangsung aman, nyaman dan damai bagi semua umat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Penyiaran Hindu Jawa Timur, Gede Putu Swardana menambahkan, tema Hari Raya Nyepi tahun ini yakni ‘Dengan Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019’. “Karena sebentar lagi Pemilu 2019 akan digelar. Umat Hindu berharap Pemilu 2019 bisa berjalan sukses,” pungkasnya. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar