Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Ulang Tahun Bupati Jember Dirayakan di Panggung Konser Musik J-Fest

Hendy Siswanto menerima kue tar dari istrinya Kasih Fajarini

Jember (beritajatim.com) – Hari ulang tahun ke-60 Bupati Hendy Siswanto dirayakan di atas panggung konser musik J-Fest, di Seven Dream City, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (7/5/2022) malam.

J-Fest (Jember Festival) adalah acara konser musik yang dipadukan dengan pameran usaha mikro kecil menengah (UMKM). Ini acara besar pertama pasca melandainya pandemi di Jember yang dihadiri ribuan orang penonton.

Anak-anak muda dari sejumlah kota di Jawa Timur datang malam itu untuk menyaksikan Tulus dan Pamungkas, dua penyanyi solo pria papan atas Indonesia saat ini, yang tampil bersama Linkrafin (Lingkar Kreatif Independen), kelompok kesenian asal Jember.

Di sela-sela jeda istirahat, Hendy mendapat kesempatan untuk berpidato singkat. Lagu ‘Selamat Ulang Tahun’ dari grup musik Jamrud terdengar dari perangkat sistem suara, saat istri Hendy, Kasih Fajarini masuk ke panggung dengan membawa kue tar. Diiringi tepuk tangan penonton, lilin di atas kue tar ditiup dan harapan diucapkan. Pria kelahiran 6 Mei 1961 itu ingin perekonomian Jember segera pulih setelah dua tahun dihantam pandemi.

Bukan kebetulan, jika kemudian harapan kebangkitan Jember itu terbaca dalam penampilan Linkrafin yang menjadi pembuka konser malam itu. Kelompok yang memadukan unsur seni tradisional dengan musik kontemporer ini tak hanya memanjakan telinga, tapi juga mata penonton. Tiga lagu yang dibawakan mendapat sentuhan animasi yang memunculkan efek megah.

Nama Linkrafin mulai terdengar, seusai memenangi Lomba Karya Musik Anak Komunitas (Kamu Aku) Kita Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) tahun lalu. Saat itu mereka membawakan lagu ‘Jember Nusantara’ dan menyisihkan 260 kelompok musik seluruh Indonesia.

Selain membawakan repertoar ‘Jember Nusantara’, Linkrafin juga membawakan lagu ‘Clash of Sadeng’. Sebuah lagu yang menceritakan kisah Patih Gajah Mada yang konon sempat mampir ke wilayah Jember dalam perjalanannya bertempur memenangi Perang Sadeng. Nama Sadeng sendiri diabadikan menjadi nama gunung batu kapur, yang menurut Hendy, baru habis dieksplotasi 180 tahun kemudian.

Pamungkas yang menjadi penampil kedua mendapat sambutan hangat dari para penonton saat menyanyikan sejumlah lagu, seperti Closure, Kenangan Manis, Only One, dan I Love You But I’m Letting Go. Lagu To The Bone membuat penonton bernyanyi bersama, termasuk dua lagu milik Dewa 19, Pupus dan Risalah Hati. Dua lagu terakhir ini membangkitkan memori penonton yang berusia lebih tua yang menjadi saksi kejayaan band asal Surabaya itu.

Pamungkas telah merilis empat album studio yakni Walk The Talk (2018), Flying Solo (2019), Solipsism (2020), dan Solipsism (2021). Album lainnya adalah Walk the Talk – Remix (2020) dan The End of Flying Solo Era (2020). Rencananya tahun ini dia akan merilis album berjudul Birdy.

Namun tak pelak Tulus menjadi sosok yang paling ditunggu malam itu. Penyanyi kelahiran Bukittinggi, Sumatra Barat, ini yang sudah mendapatkan lebih dari 60 penghargaan baik di bidang musik dan sinematografi. Dia telah merilis empat album berjudul Tulus (2011), Gajah (2013), Monokrom (2016), dan Manusia (2022).

Sejak lagu pembuka, Ruang Sendiri, yang dilanjutkan Kelana, Jangan Cintai Aku Apa Adanya, Labirin, Monokrom, hingga Adu Rayu, penonton tak berhenti menyanyi bersama. Tulus membawakan sepuluh lagu, dan menciptakan koor raksasa dalam lagu ‘Hati-hati di Jalan’.

Tulus mengakhiri konser malam itu dengan lagu ‘Tujuh Belas’. Namun, konser J-Fest hanyalah awal bagi rangkaian kegiatan sepanjang tahun ini yang didukung Pemerintah Kabupaten Jember untuk membangkitkan perekonomian daerah. Rencananya, Jember akan menjadi tuan rumah pembukaan Pekan Olahraga Provinsi VII Jawa Timur pada Juni mendatang, serta kejuaraan lari maraton internasional Jember Mega Marathon dan Jember Fashion Carnaval sebulan kemudian. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar