Gaya Hidup

Tukang Foto di KBS Bangga, Secara Tak Langsung Promosikan Surabaya

Ikon Kota Surabaya, patung Sura dan Buaya di depan KBS.

Surabaya (beritajatim.com) – Meski sepi, para fotografer di area KBS Surabaya ini setiap hari masih bertahan dengan menunggu para wisatawan yang ingin mengabadikan moment di ikon khas kota Pahlawan, yaitu patung sura dan buaya.

Seperti dua orang ini, Waras dan Sunarti. Keduanya memiliki kebanggaan tersendiri dalam menggeluti pekerjaannya. Karena secara tidak langsung, mereka merasa turut mempromosikan Kota Surabaya.

Waras mengaku, pengunjung KBS tidak hanya dari Surabaya atau Jawa Timur saja. Tapi kerap banyak yang datang rombongan dari luar pulau, seperti Bali, Makassar, dan lainnya.

Saat mendapatkan pengunjung satu bus dari luar pulau, Waras pun mengaku cukup kegirangan. Bagaimana tidak, karena ia bisa mengabadikan momen mereka di depan patung Surabaya yang begitu ikonik.

“Selain senang mendapat uang, menurut saya ada kebanggaan tersendiri bisa ikut mempromosikan Kota Surabaya,” ujar Waras.

Tak hanya itu, ketika ada rombongan wisatawan dari luar pulau menggunakan satu bus besar, Waras mengaku tak diambil sendiri. Ia membagi rezeki dengan tukang foto lainnya.

“Kalau dapat rombongan itu kami bagi dengan 2 (tukang foto). Bangganya itu kan mereka bawa pulang ke rumah pasti dipamerkan ke saudara atau tetangganya,” imbuh Waras.

Di kesempatan itu juga, Sunarti berharap pemerintah bisa segera mengatasi wabah Corona. Mereka mengkhawatirkan apabila kondisi tersebut berjalan terlalu lama maka akan berdampak pada perekonomian masyarakat luas.

“Tentu kami berharap bisa segera teratasi, kalau tidak maka ekonomi yang akan menjadi dampaknya,” ujar dia.

Tak hanya itu, Sunarti juga tak mau mengeluh dengan kondisi ini. Selain berharap kepada pemerintah, ia juga berdoa supaya Tuhan segera mengangkat virus Corona dari Indonesia, terutama Surabaya.

“Ya dari pada cuma ngeluh, mending berdoa saja, pasrah kepada Allah supaya virus corona ini segera hilang dari Indonesia, khususnya Surabaya,” tutup Sunarti.

Seperti diketahui, wabah virus corona semakin meluas, di Jatim saja sudah ada 104 pasien yang terkonfirmasi positif. Sementara Surabaya ada 44 pasien yang dinyatakan positif, 229 PDP dan 508 ODP.

Melihat kondisi ini, banyak tempat wisata dan hiburan di Surabaya memilih untuk tutup. Karena Pemerintah Kota (Pemkot) menerapkan social distancing dan physical distancing. [way/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar