Gaya Hidup

Tujuh Film Olahraga Terbaik yang Wajib Ditonton Selama Pandemi (2-Habis)

Jember (beritajatim.com) – Dunia olahraga menghadirkan banyak kisah menarik tentang manusia: kemenangan, kekalahan, persahabatan, dan semangat yang tak patah. Itulah mengapa selama bertahun-tahun, olahraga menjadi salah satu tema favorit para sineas.

Andibachtiar Yusuf, sutradara muda Indonesia, beberapa kali menggarao film-film bertema olahraga, antara lain The Jak (2007), The Conductors (2008), Romeo Juliet (2009), Hari Ini Pasti Menang (2013), Garuda 19 (2014), dan Matadewa (2018). The Conductors sempat menyabet penghargaan dalam festival film di Busan, Korea Selatan, dan Festival Film Indonesia.

Ucup, sapaan akrabnya, merekomendasikan tujuh film bertema olahraga yang wajib ditonton selama masa pandemi Covid-19. Kendati penggemar berat Liverpool FC, dia tak hanya merekomendasikan film bertema sepakbola. Film-film yang direkomendasikannya tersebut layak disebut terbaik karena ceritanya maupun adegan-adegan maupun dialog yang mudah diingat.

Berikut bagian kedua dari tulisan soal film yang direkomendasikan tersebut.

4. The English Game, series (2020)
Sutradara : Tim Fywell, Birgitte Staermosse
“Ada yang bilang bahwa serial ini bagaikan ‘The Downtown Abbey versi sepakbola’: sebuah potongan cerita tentang bagaimana sepak bola berkembang pada era, ketika kelas pekerja dianggap belum pantas bermain sepakbola dan permainan terindah ini adalah hak kelas aristokrat,” kata Yusuf.

Karakter utama adalah Arthur Kinnaird, yang kemudian adalah ketua FA paling berpengaruh terhadap perkembangan permainan ini dan Fergus Sutter. “Fergus kalau hari ini mungkin adalah Zlatan Ibrahimovic yang seolah dilupakan sejarah. Fergus bisa dianggap sebagai pemain professional pertama di muka bumi dan mudah berpindah klub karena uang dan janji kejayaan,” kata Yusuf.

Ada kutipan dari Francis Marindin dalam film ini yang diingat Yusuf. “You sure you’re going to let the workers play Football as we played?” katanya.

5. Lagaan (2001)
Sutradara : Ashutosh Gowariker
“Katanya film ini gagal menang di Oscar 2002 kategori Film Berbahasa Asing, karena terlalu Panjang. Dengan durasi 3 jam 44 menit, memang film ini sangat panjang untuk kebanyakan penikmat film Amerika,” kata Yusuf.

Namun, menurut Yusuf, konten film ini menggambarkan dengan lugas bahwa olahraga adalah sebuah alat perlawanan. “Tema biasa mereka yang tertindas melawan para penindasnya lewat olahraga, dikemas dengan sangat menyentuh dan mampu membuat pantat penonton tahan duduk selama hampir empat jam,” katanya.

“Mungkin juga sih pertandingan di film ini kisah nyata dan cikal bakal pertandingan kriket yang bisa selesai setelah berhari-hari itu,” tambah Yusuf.

6. Legend of Bagger Vance (2000)
Sutradara : Robert Redford
“Sebagai penikmat Sepakbola, tidak pernah kebayang sih di dalam hati ini sampai nonton golf, catur, panahan, apalagi angkat besi. Membayangkan olahraga-olahraga statis macam itu divisualkan makin gak kebayang,” kata Yusuf.

Namun, di luar dugaan menurut Yusuf, Robert Redford mampu memvisualkannya dengan sangat baik. “Filosofi permainan golf digambarkan jadi sangat menarik di sini, bahkan oleh penggemar olahraga dengan tensi tinggi macam saya. Kalau kata Seno Gumira Adjidarma di sebuah reviewnya ‘Sebuah puitisasi bagi permainan golf’,” katanya.

7. Sparring (2017)
Sutradara : Samuel Jouy
“Buat saya sih film ini adalah tribute yang sempurna bagi para pecundang, orang-orang yang selalu berusaha keras untuk berhasil, namun karena tak ada bakat dan kemampuan, maka tempat mereka selalu di areal kekalahan,” kata Yusuf.

Menurut Yusuf, kesadaran terhadap ketidakmampuan ini membuat karakter utama film itu rela menjadi sekedar sparring partner. “Itu pun kemudian menjadi olok-olok tanpa henti dari sekitarnya. Upaya menggenapi jumlah pertarungannya menjadi 50, yang sebelumnya pun dengan mayoritas kekalahan, sudah pasti hanya akan dikenangnya dan keluarganya, bukan oleh orang lain. Film ini buat saya memberi perspektif lain tentang olahraga, kompetisi, dan kehidupan,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar