Gaya Hidup

Trend, Ini Alasan Warga Surabaya Memilih Bersepeda di Tengah Pandemi

Surabaya (beritajatim.com) – Kini trend di tengah pandemi yang tak kunjung hilang bukan berbelanja di mall atau cangkruk di warung kopi atau kedai kopi melainkan bersepeda menjadi salah satu trend masyarakat Surabaya di tengah merebaknya virus corona.

Banyak masyarakat yang membeli sepeda untuk berkeliling kota mencari keringat, teruma di masa PSBB yang belum usai. Masyarakat berbondong bondong bersepeda baik di hari aktif seperti senin sampai jumat maupun weekend seperti sabtu dan minggu.

Bahkan kini bukan hanya di malam hari jika biasanya mereka bersepeda berkeliling kota, di hari biasapun setiap pagi masih ramai masyarakat yang bersepeda melewati kawasan taman bungkul di Raya Darmo Surabaya.

Seperti salah satunya Masrul Fajerin dan Kesar Utomo yang memilih bersepeda pagi hari terutama saat pandemi. Mereka berdua menilai selain menjaga kondisi tubuh supaya tidak semakin melebar karena pemberlakuan Work From Home, mereka juga melihat bersepeda menjadi gaya hidup.

“Saya dulu lebih sering futsal, terus pandemi banyak yang tutup akhirnya saya melihat banyak orang yang bersepeda tiap malam makin banyak akhirnya saya nyoba sepedaan malam hari dan beda ketika pandemi surabaya sepi udara lebih segar dan mungkin ini trend baru juga,”ucap Masrul, Senin (8/6/2020).

Hal berbeda dengan Kesar Utomo, Warga Waru ini mengatakan jika bersepeda ini untuk mencari keringat dan menjaga kondisi tubuh. Karena selama pandemi ini lebih banyak bekerja di rumah tanpa bergerak akhirnya ia berinisiatif bersepeda.

“Ya biar berkeringat dan badan bergerak karena ini kan pandemi kita tetap jaga kesehatan dan kondisi, plus supaya tidak semakin melebar badan karena terlalu lama work from home,”ungkapnya.

Biasanya mereka bersama rekan-rekannya mengambil titik poin di depan pos polisi taman bungkul dan selanjutnya bersepeda berkeliling kota dengan rute raya darmo, gub suryo, bambu runcing dan kembali ke taman bungkul. [way/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar