Gaya Hidup

Gunakan Pesawat Amphibi

Travira Air Bakal Uji Coba Penerbangan Wisata Pulau Giliyang – Denpasar

Pesawat type grand caravan C-208 amphibian Travira Air

Sumenep (beritajatim.com) – Kabupaten Sumenep akan disinggahi pesawat amphibi dengan rute Denpasar – Pulau Giliyang. Pesawat yang bisa mendarat di air tersebut milik Travira Air.

Pesawat type grand caravan C-208 amphibian Travira Air tersebut dijadwalkan pada Senin (26/04/2021) akan melakulan uji coba penerbangan dan landing di objek wisata Pulau Giliyang.

“Jadi hari Senin itu rencananya pesawat akan ‘take off’ dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar Bali, langsung landing di Pulau Giliyang. Dari Pulau Giliyang, baru ke Bandara Trunojoyo Sumenep,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Trunojoyo Sumenep, M. Arqodri, Sabtu (24/04/2021).

Berdasarkan surat pemberitahuan dari PT Travira Air, dalam uji coba penerbangan itu, pesawat amphibi dijadwalkan lepas landas dari Denpasar jam 07.00 WITA langsung landing di Pulau Giliyang. Kemudian dari Giliyang terbang menuju Bandara Trunojoyo jam 08.00 WIB. Pesawat dijadwalkan kembali ke Denpasar dari Sumenep jam 10.15 WIB.

“Rencananya uji coba penerbangan itu akan dihadiri pejabat Kementerian Perhubungan, kemudian Gubernur Jawa Timur, dan tentu saja Bupati Sumenep,” ujar Qodri.

Menurutnya, rencana penerbangan ke Pulau Giliyang tersebut merupakan perwujudan keinginan agar ada transportasi udara berupa penerbangan wisata ke Pulau Giliyang. “Sasarannya nanti tentu saja wisatawan yang ingin menikmati kemurnian oksigen di Pulau Giliyang. Karena seperti yang kita tahu, oksigen di Pulau Giliyang ini terbaik kedua di dunia setelah Yordania,” paparnya.

Ia menerangkan, berdasarkan dua kali survei ke Pulau Giliyang, lokasi yang paling ideal untuk pendaratan pesawat tersebut adalah dermaga di Banraas. “Kami survei ke 4 titik. Dari survei itu diputuskan pesawat akan landing di Banraas. Jadi Senin besok itu sifatnya uji coba pendaratan,” ujarnya.

Uji coba penerbangan tersebut dilakukan tanpa penumpang. Hanya memuat kru Travira Air serta peneliti udara dari Kementerian Perhubungan. (tem/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar