Gaya Hidup

Tradisi Kontes Bandeng Tradisional Ditiadakan

Gresik (beritajatim.com) – Imbas adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II, menyebabkan kontes bandeng tradisional ditiadakan. Sebelumnya, setiap tahun menjelang tiga hari Lebaran. Kontes bandeng tradisional selalu dibanjiri pengunjung.

Di kontes tersebut para petambak berlomba-lomba memiliki bandeng dengan ukuran besar. Sehingga, saat kontes harganya bisa mencapai puluhan juta.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan UMKM (Diskoperindag) Gresik, Agus Budiono mengatakan, kegiatan kontes pasar bandeng dipastikan ditiadakan karena ada pemberlakuan PSBB jilid II. “Diaturan tersebut dijelaskan tidak boleh ada kerumunan karena bisa menimbulkan penyebaran Covid-19,” katanya, Kamis (14/05/2020).

Agus menambahkan, selain kegiatan kontes pasar bandeng. Kegiatan pasar malam 25 hari yang biasanya digelar di sepanjang Jalan Sunan Giri Gresik juga ditiadakan. “Pasar malam 25 hari juga sama kami tidak menggelarnya di tahun ini,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Mudjid Ridwan menyayangkan tidak adanya dua kegiatan yang setiap bulan Ramadan selalu diserbu oleh pengunjung. “Mau gimana lagi karena ada aturan PSBB jilid II dikuatirkan kerumunan massa bisa menciptakan klaster baru,” tandasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar