Gaya Hidup

Tiga Tahun, JFX Hoery Ciptakan Puisi 1.000 Haiku

JFX Hoery saat berada di acara Purnama Sastra di Rumah Burhanuddin, Ngumpakdalem, Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Selama kurang lebih tiga tahun, JFX Hoery berhasil menciptakan 1.000 Haiku yang kemudian diterbitkan dalam sebuah buku. Puisi Haiku merupakan jenis puisi pendek yang hanya terdiri dari tiga baris dan memiliki 17 suku kata.

Dalam penulisannya menggunakan lima suku kata pada baris pertama dan ketiga, sedangkan baris ke dua menggunakan tujuh suku kata. Puisi yang memiliki 17 suku kata itu menjadi formula untuk menulis puisi dari Jepang kemudian menjadi populer di seluruh dunia.

Penulis yang aktif di komunitas Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB) itu mengatakan, penulisan karya sebanyak 1.000 Haiku itu dari tahun 2015 hingga 2018. Penulis merepresentasikan kejadian yang dekat dengan kehidupannya menjadi bacaan yang memupuk kepekaan bahasa.

“Seperti yang ditulis Eka Budianta, dalam kata pengantar buku ini, puisi Haiku dari tokoh utama Matsuo Basho (1644-1694) yang terkenal pada abad ke 17, kemudian mulai populer di berbagai negara, termasuk Indonesia,” ujarnya saat menghadiri acara Purnama Sastra di Ngumpakdalem, Bojonegoro, Jumat (30/8/2019).

Puisi jenis Haiku mulai banyak diperbincangkan, dinikmati dan ditulis di Indonesia pada 1970an. Eka Budianta, dalam tulisannya menyebut, pada puncaknya, di Semarang, Jawa Tengah, muncul gerakan menulis Haiku, dan terbit sebagai buku berjudul Danau Angsa, dengan Heru Emka (1958-2012) sebagai kuratornya.

“Isinya 500 haiku, kemudian disusul kumpulan Haiku Kurniawan Junaedhie berisi 100 judul, dan sekarang JFX Hoery tampil dengan 1000 Haiku sebagai kumpulan tunggal,” tulisnya.

Buku 1000 Haiku milik penulis yang pernah mendapat penghargaan Rancage untuk kumpulan geguritan yang berjudul Pagelaran itu kini bisa dibeli di toko buku yang ada di Bojonegoro. Selain itu juga bisa didapat dengan menghubungi penulis secara langsung. [lus/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar