Gaya Hidup

Tetap Open Order, Pengusaha Kue Kering Lakukan Inovasi

Surabaya (beritajatim.com) – Penurunan jumlah pembeli dirasakan oleh beberapa pengusaha kue kering menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tahun sebelumnya, tiga hingga dua minggu sebelum lebaran, order mulai membludak. Namun kini pesanan tersebut terjun bebas.

Salah satu pengusaha kue Stefani Kwee mengatakan, tahun ini dirinya kehilangan pelanggan kue hampers atau kue kering lebaran. Jumlah pemesan tak seramai lebaran tahun lalu. Tahun ini penjualan menurun 20 hingga 10 persen akibat pandemi Covid-19.

Namun demikian, Stefani tetap melayani pemesan. Setiap hari ia masih memproduksi 20 toples. “Tidak seramai dulu. Penurunan order antara 20 sampe 10 persen. Perusahaan yang biasanya order, kini tidak lagi. Ya karena dampak Covid-19,” ungkap Stefani, Jumat (15/5/2020).

Untuk menarik pelanggan, pengusaha cake di kawasan Kutai, Surabaya ini mulai melakukan inovasi. Jika biasanya hampers hanya berisikan kue kering, kini dimodifikasi dengan kue kering dan spiku yang dibuat secara fresh.

Bahkan ia rela mengemas hampers ini dengan kualitas terbaiknya. Mulai dari proses pembuatan, kemasan dan pengiriman ia suguhkan dengan pelayanan terbaik.

“Karena pemesan ini bukan hanya di kota Surabaya. Jadi hampers berisikan kue kering dan spiku ini kita kemas benar-benar berkualitas supaya tidak hancur. Selain cara pengemasan, kita juga pilih jasa pengiriman yang baik karena kita lebih memberikan kualitas,” imbuhnya.

Soal harga relatif terjangkau, jika pemesan hanya membeli kue kering, Stefanni Kwee memasang harga mulai Rp 35 hingga 50 ribu, tergantung jenis kue yang dipesan. Sedangkan untuk hampers berisikan dua kue kering dan satu spiku kisaran Rp 230 hingga 250 ribu. [way/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar