Gaya Hidup

Tes Narkoba Sebelum Menikah Sudah Diterapkan di Kota Mojokerto

Calon pengantin yang melakukan tes urine di kantor BNNK Mojokerto. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto resmi memberlakukan berkas hasil tes narkoba sebagai syarat pasangan yang hendak menikah sejak 13 Januari 2020. Hal itu mengacu pada surat edaran dari Kemenag RI Nomor B-7030/KW.13.6.1/PW.01/12/2019.

Setiap pasangan calon pengantin diwajibkan melakukan tes narkoba yakni dengan melakukan tes urine sebagai syarat menikah. Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto ditunjuk oleh Kemenag Kota Mojokerto sebagai pelaksana tes narkoba bagi pasangan calon pengantin.

Kepala BNNK Mojokerto, AKBP Suharsi membenarkan hal tersebut. “Iya, kita hanya memfasilitasi. Semuanya gratis. Nanti kita akan memberikan resep kepada calon pengantin untuk membeli alatnya. Bisa beli di luar, tapi kita juga menyediakan,” ungkapnya, Selasa (14/01/2020).

Masih kata Kepala BNNK, pihaknya memastikan tak ada pungutan saat tes narkoba dilakukan alias gratis. BNNK juga menegaskan jika persyaratan tes narkoba tidak akan menganggu proses pernikahan yang sudah direncanakan kedua pasangan pengantin.

“Secara teknis pelaksanaan tes dilakukan di kantor BNNK pada jam kerja. Untuk tes di sini, tidak perlu surat pengantar dari KUA atau semacamnya. Hanya perlu membawa foto copy KTP masing-masing calon pengantin. Nantinya, petugas akan mendata,” katanya.

Yakni tujuan tes narkoba yang diajukan sebagai acuan surat pernyataan yang akan dikeluarkan BNNK Mojokerto. Tak hanya tes narkoba, pemeriksaan ada atau tidaknya kandungan narkoba juga akan dilakukan dengan cara tes wawancara atau asesmen kepada kedua calon pengantin.

“Asesmen dilakukan untuk mengetahui rekam jejak calon pengantin karena kandungan narkoba bisa hilang dalam kurun waktu tertentu. Asesmen untuk mengetahui rekam jejak pengguna. Bersama Kemenag, kita komitmen bersama untuk tidak mengganggu hari pernikahan meski diadakan tes urine,” ujarnya.

Jika ada calon yang terdiagnosis positif narkoba, maka akan BNNK Mojokerto akan melakukan beberapa langkah. Mulai pendampingan hingga rehabilitasi yang bisa dilakukan setelah proses pernikahan selesai digelar kedua pasangan pengantin sehingga pendampingan menyesuaikan jadwal calon pengantin.

“Tingkat pendampingan yang dilakukan tergantung seberapa parah gangguan yang dialami. Jika masih ringan, maka hanya akan dilakukan konsultasi secara berkala. Tapi kalau sudah parah maka perlu dijadwalkan untuk rehabilitasi. Tujuannya agar calon pengantin bisa membangun rumah tangga yang baik,” ujarnya.

Meski sudah resmi diberlakukan tes urine sebagai syarat untuk menikah, namun proses tes urine terhadap calon pasangan pengantin masih dilakukan di satu kecamatan di Kota Mojokerto yakni Prajurit Kulon sebagai pilot pilot project. Ke depan, akan dilakukan secara menyeluruh.

BNNK Mojokerto sendiri mencakup Kota dan Kabupaten Mojokerto serta Kabupaten Jombang. Di hari kedua, ada empat pasangan calon pengantin yang melakukan tes urine di kantor BNNK Mojokerto. Tes urine menggunakan rapid test akan mendeteksi enam jenis narkoba dalam tubuh seseorang.

Yakni Amphetamine, Metamfetamina, Morfina, Mariyuana, Kokaina dan Benzodiazepin. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar