Gaya Hidup

Tempat Wisata di Kabupaten Mojokerto Masih Ditutup

Kepala Disparpora) Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Wisata di Kabupaten Mojokerto hingga kini belum buka sejak ditutup pada 17 Maret 2020 lalu akibat pandemi Covid-19. Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto saat ini masih menunggu evaluasi terkait dibukanya kembali wisata di Kabupaten Mojokerto.

Kepala¬†Disparpora Kabupaten Mojokerto,¬†Amat Susilo mengatakan, jika sampai saat ini wisata di Kabupaten Mojokerto baik milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto maupun swasta masih belum buka. “Belum buka, sejak ditutup pada 17 Maret lalu. Belum (buka), nggak berani,” ungkapnya, Jumat (5/6/2020).

Masih kata mantan Camat Gondang ini, saat ini pihaknya masih menunggu hasil evaluasi dan petunjuk dari Bupati Mojokerto, Pungkasiadi selaku Ketua Gugus Tugas covid 19 Kabupaten Mojokerto dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi (sikon) penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto dan kabupaten/kota sekitarnya.

“Sama, wisata yang dikelola pihak swasta juga belum buka. Kalau ngotot buka akan ditutup paksa oleh Satgas Covid-19. Karena Gugus Tugas Percepatan Covid-19 itu kan ada Satgasnya, di Satgas itu ada TNI/Polri dan Satpol PP. Sampai tri wulan kedua ini, untuk PAD dari sektor pariwisata turun 30 persen sampai 40 persen akibat tutupnya wisata ini,” katanya.

Tempat Wisata Air Panas Padusan Kabupaten Mojokerto

Amat menambahkan, tak hanya wisata milik Pemkab Mojokerto saja namun juga wisata yang dikelola pihak swasta masih menunggu. Bukan hanya wisata di Kabupaten Mojokerto, lanjut Amat, kabupaten/kota yang lain di Jawa Timur juga sama. Menurutnya, sepanjang belum dapat ijin dari pemerintah pusat maka daerah masih tutup.

“Karena dikhawatirkan ada penyebaran melalui OTG, khawatir ada klaster baru dari tempat wisata. Namun selama tutup, protokol kesehatan tetap dilakukan. Iya itu pasti (dilakukan penyemprotan disinfektan rutin meski tutup), ini juga lagi menyiapkan sarana dan prasarananya untuk menyambut new normal,” tegasnya.

Sebelumnya, wisata milik Pemkab Mojokerto seperti Wana Wisata Ubalan dan Wana Wisata Air Panas di Kecamatan Pacet, pemandian air terjun Dlundung dan Petirtaan Jolotundo di Kecamatan Trawas, Waduk Tanjungan di Kecamatan Kemlagi serta Komplek Makam Troloyo di Kecamatan Trowulan ditutup.

Dalam keterangannya beberapa waktu lalu, Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, rapat lanjutan untuk penanganan dan pencegahan virus corona (Covid-19) di Kabupaten Mojokerto.

“Dibuat sebuah kebijakan pemerintah, artinya dimulai dengan kegiatan riil. Cuci tangan, hand sanitizer harus ada di semua kantor,” tuturnya. (tin/ted)

 





Apa Reaksi Anda?

Komentar