Gaya Hidup

Teatrikal ‘Kulo Mboten Tego’, Bentuk Seniman Mojokerto Soroti Kebijakan PPKM

Aksi teatrikal Project Anget di sekitaran Alun-alun Kota Mojokerto.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Sejumlah seniman Mojokerto yang tergabung dalam Project Anget menggelar aksi teatrikal ‘Kulo Mboten Tego’ di sekitaran Alun-alun Kota Mojokerto. Para seniman di Mojokerto berharap kebijakan pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak lagi diperpanjang.

Sejumlah seniman mengambil peran masing-masing, ada sebagai masyarakat biasa, pelaku seni dan pejabat. Masyarakat mengikuti kebijakan pemerintah dalam situasi pandemi Covid-19 mulai pembatasan jam aktivitas, pemadaman Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga PPKM Level 4.

Dalam teatrikal tersebut digambarkan jika masyarakat dan pelaku seni tidak lagi bebas hidup sebagaimana mestinya menyusul ada kebijakan dari pemerintah. Mereka menerima kebijakan tersebut hingga membuat mereka menahan lapar karena tidak bisa bekerja dan pemberlakuan PPKM Darurat hingga PPKM Level 4.

Dengan pengambaran masuk dalam sebuah kurungan ayam dengan ditutup kain yang tidak bisa melihat kondisi luar karena gelap. Dalam teatrikal tersebut juga digambarkan pelaku seni tidak bisa berkreasi. Salah satu seniman dengan memakai jas diibaratkan sebagai pejabat, menyuarakan “Kulo Mboten Tego”.

Ungkapan ini “Kulo Mboten Tego” beberapa hari kerap terdengar di Mojokerto. Ini merupakan ungkapan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam sebuah banner yang menyatakan jika PPKM Darurat yang sebelumnya diberlakukan mulai tanggal 3 Juli sampai dengan 20 Juli 2021 diperpanjang.

Aksi teatrikal Project Anget di sekitaran Alun-alun Kota Mojokerto.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini mengaku tidak bisa berbuat banyak. Lantaran PPKM Darurat yang diperpanjangan sampai dengan tanggal 25 Juli 2021 dengan nama PPKM Level 4 tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah pusat.

Perwakilan Project Anget, Bagus Septian Tri Pamungkas mengatakan, teatrikan tersebut menyikapi kebijakan PPKM. “Kita berharap PPKM ini cepat selesai dan cepat kelar dan apa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk aspirasi kemarin-kemarin. Ibaratnya masyarakat mengalami kesakitan,” ungkapnya, Minggu (25/7/2021).

Tak hanya masyarakat, namun juga aparat TNI/Polri dan pejabat pun mengalami kesakitan. Seniman berharap, masyarakat harus saling bahu-membahu untuk segera membantu pemerintah agar negara Indonesia cepat pulih dari pandemi Covid-19 yang melanda sejak satu tahun lalu.

“Dalam teatrikal tersebut, kita rela dikurung, sakit demi apa? Demi pandemi segera berakhir. Tetapi ternyata kebijakan-kebijakan dari pejabat itu kadang membuat kita, orang-orang seni mengalami kelaparan. Sepi manggung, sepi berkarya karena kebijakan ini demi kebaikan bersama,” katanya.

Bagus menambahkan, teatrikal tersebut dilakukan di akhir PPKM Level 4 dengan harapan tidak ada lagi perpanjangan. Karena masyarakat sudah menjadi korban dalam kebijakan tersebut sehingga diharapkan masyarakat tidak menjadi kelaparan karena kebijakan pemerintah tersebut belum berpihak terutama kepada pelaku seni.

Aksi teatrikal Project Anget di sekitaran Alun-alun Kota Mojokerto.

“Namun saya kira aparat yang bertugas sudah totalitas membantu masyarakat dan juga membantu teman-teman untuk berkarya di hari ini. Virus itu kita nggak tahu ya, antara kontroversional dan apa ya ibaratnya ini konspirasi apa bukan. Kita mengesampingkan itu tapi kalau kelaparan itu pasti. Makanya jangan sampai kelaparan ini menjadi pokok utama dari virus ini,” tegasnya.

Menurutnya, selama PPKM Darurat maupun PPKM Level 4 sudah mensuport pemerintah. Mulai dengan membagi-bagi sembako kepada warga terdampak, pedagang kecil, mengirim makanan ke warga yang menjalani isolasi mandiri dan memberikan makanan kecil kepada petugas di pos penyekatan.

“Terlepas kita ini orang yang pro dan kontra dengan PPKM, yang jelas aspirasi kita tampung. Di sisi lain kita pro dengan adanya PPKM, kita membantu dengan cara membagikan sembako kepada warga terdampak Covid-19. Di sisi yang kontras, dengan adanya PPKM kita suarakan dengan teatrikan ini,” pungkasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar