Gaya Hidup

Tantangan Menjadi Remaja Makin Berat, Diharapkan Ajang Puteri Cilik Dan Puteri Remaja Mampu membendung Arus Negatif Pergaulan Remaja

Surabaya (beritajatim.com) – Tantangan menjadi remaja saat ini semakin besar. Jika remaja tak tumbuh dilingkungan yang positif maka akan midah terjerumus pada kenakalan remaja, narkoba hingga tidak asusila lainnya.

Ingin menelurkan remaja dengan pemikiran yang maju dan peka pada lingkungan sekitar National Director Puteri Cilik & Puteri Remaja, mendatangkan puluhan anak dan remaja berkumpul di Grand Ballroom Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya. Mereka merupakan para finalis Puteri Cilik dan Puteri Remaja Jawa Timur 2021.

“Tujuan dari gelaran ini ialah untuk membantu pemerintah membangun karakter bangsa lewat generasi muda,” ungkap National Director Puteri Cilik & Puteri Remaja, Derry Dahlan.

Ia menyebut ada empat kategori penilaian yakni smart, behavior, beauty, dan influence.

“Smart yang dimaksud yakni cerdas. Sementara behavior merupakan kepribadian masyarakat Indonesia yang penuh sopan santun,” tutur Derry.

Adapun beauty yang dimaksudkan bukan kecantikan secara fisik, melainkan lebih ke cara membawa diri dan berpenampilan.

“Kami juga mencari anak-anak yang bisa menginspirasi teman-temannya, bisa mempengaruhi teman-temannya dalam hal positif,” ia mengatakan.

Baik finalis yang dikirim ke tingkat nasional maupun tidak, diharapkan mampu membantu pemerintah daerah masing-masing.

“Misalnya membantu kampanye anti pernikahan dini, anti narkoba, membudayakan membaca, dan lain-lain. Kami serahkan ke regional director masing-masing daerah,” Derry menguraikan.

Gelaran yang memasuki tahun keempat ini banyak diminati. Derry menyebut, Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang paling partisipatif.

“Antusiasnya sangat bagus di Jawa Timur. Setelah tahun kemarin diadakan di Jember, kini diselenggarakan di Surabaya,” ungkap Nunky Jayanti Putri dari perwakilan regional Jawa Timur.

Mendorong Anak Menyadari dan Mengasah Bakat

Dalam pembekalan yang berlangsung kondusif dan aktif tersebut, hadir Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya Iis Hendro Gunawan sebagai pembicara.

Kali ini, ia memotivasi para peserta untuk menyadari dan mengasah bakat mereka.

“Banyak yang sering menyamakan antara bakat dan minat, padahal keduanya berbeda. Bakat merupakan sifat yang produktif,” ungkap Iis.

Ia menyebut, ada empat indikator bakat yakni enjoy, easy, excellent, dan earn.

“Enjoy berarti menikmati pekerjaan, easy berarti bisa melakukannya secara mudah. Sementara excellent yakni bisa memberi hasil yang baik. Terakhir earn berarti menghasilkan,” urainya.

Untuk itu, penting mengenali bakat untuk sebagai pintu masuk. Setelahnya, baru mengasah sampai level terbaik.

“Jalan itu disiapkan Tuhan. Tapi cara adalah dari kita,” tutup Iis.[rea]



Apa Reaksi Anda?

Komentar