Gaya Hidup

Tangan Kreatif Saat Pagebluk Corona, Gentong Jadi Bernilai Ratusan Ribu

Ponorogo (beritajatim.com) Anjuran Pemerintah kepada warga untuk tetap berada di rumah disaat pandemi virus corona ini, tidak membuat Didik Prananto tidak produktif. Di tangan kreatifnya, warga Dusun Gobang Desa Gabel Kecamatan Kauman Ponorogo mengubah gentong air menjadi bernilai jual tinggi.

Wadah air dari tanah liat yang awalnya hanya di jual Rp 30.000, kini bisa laku hingga ratusan ribu, hanya dengan memberikan sentuhan seni gambar di gentong tersebut.

“Jadi gentong polos itu, kami beri gambar, misalnya tokoh kartun, bunga-bunga bahkan tokoh pewayangan,” kata Ipran panggilan akrab Didik Prananto saat ditemui beritajatim.com di rumahnya, Senin (20/4/2020).

Gentong ini belakangan dibuat wadah air buat cuci tangan yang diletakkan di depan rumah. Dia melukis di gentong itu, awalnya membuat daya tarik anak-anak di sekitar rumahnya untuk suka cuci tangan. Sebab, menurutnya, minat anak-anak untuk mencuci tangan di gentong yang bermotif dengan gentong yang polos berbeda.

“Mungkin karena gentong air itu ada gambarnya, anak-anak itu jadi mau mencuci tangannya,” katanya.

Diluar dugaan, ternyata peminat gentong motif ini tinggi. Buktinya setelah diupload di media sosial, banyak yang menghubunginya untuk pesan gentong motif tersebut. Pesanan gambarnya pun beragam, ada kartun, bunga dan wayang. Namun, seiring permintaan yang banyak itu, sekarang gentong polos itu sudah sukar di dapat.

“Sebulan wabah virus corona ini sudah menjual kurang lebih 30 gentong. Dikisaran harga yang paling muraj Rp 85 ribu hingga yang paling mahal Rp 300 ribu, tergantung tingkat kesulitan gambar tersebut,” katanya.

Gentong itu bentuknya cembung, jadi ada kesulitan tersendiri untuk menggambarnya, beda jika objek yang digambar itu permukaannya datar. Dalam menggambar, Ipran menggunakan cat minyak, airbrush dan cat sembur dari kaleng. Satu gentong biasanya membutuhkan 3 hari untuk digambar. Lewat gambar gentong ini, kata Ipran lumayan untuk menambah pemasukan. Sebab saat ini dirinya, juga menjadi salah satu warha terdampak dari virus Covid-19 ini. Sebab, Apran yang dulunya merupakan pengrajin topeng bujang ganong, kini usaha tersebut sepi. Selain permintaan menurun, bahan-bahannya juga mengalami kenaikan setelah ada wabah corona ini.

“Awalnya sih iseng-iseng, eh ternyata banyak peminatnya. Alhamdulillah dapat menjadi pengganti pemasukan, saat topeng ganongan sepi pembeli saat wabah corona ini” pungkasnya. (end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar