Gaya Hidup

Tak Terpengaruh Pandemi, Toko Sepeda Laris Manis

Salah satu warga yang ingin membeli sepeda. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pasar sepeda yang berada di jalan Pahlawan Kelurahan Bangunsari kembali bergairah. Sebab putaran roda perekonomian disana mulai berputar kembali beberapa bulan ini. Seiring dengan banyaknya masyarakat yang ingin bersepeda di masa pandemi Covid-19 ini. Ya, disaat banyak orang terdampak pandemi, penjual sepeda sepertinya malah meraup berkah.

“Menjelang puasa atau awal bulan April lalu, orang-orang mulai ramai ke pasar sepeda,” kata salah satu pemilik toko sepeda Harsono, Selasa (23/6/2020).

Kebanyakan mereka datang ke pasar yang terletak di belakang SMPN 6 Ponorogo itu untuk membeli sepeda. Meskipun juga ada yang berburu onderdilnya. Kini toko sepedanya, kata Harsono mulai kehabisan stok. Baik itu untuk sepeda yang baru maupun yang second.

“Rata-rata setiap hari bisa menjual sepeda baru maupun second sebanyak 7 unit. Kebanyakan ya beli yang baru,” kata pria yang sejak tahun 1976 membuka toko di pasar sepeda itu.

Ramainya masyarakat yang membeli sepeda, kata Harsono kemungkinan sudah tidak betahnya masyarakat berada di rumah. Sehingga keluar rumah dengan bersepeda menjadi alternatif untuk berolahraga sambil membuang kejenuhan saat berada di rumah.

Harsono menyebut, saat ini yang menjadi primadona di masyarakat adalah sepeda jenis mountain bike (MTB). Bukan hanya kaum adam saja yang menggandrunginya, kaum hawa pun banyak yang ke pasar sini untuk beli sepeda MTB.

“Jadi sekarang ada pergeseran selera. Dulu yang perempuan itu pilih sepeda mini yang memang untuk perempuan. Sekarang banyak yang beli sepeda jenis MTB ini,” katanya.

Sementara itu pemilik toko sepeda lainnya, Sayuti merasa senang dengan adanya peningkatan pembelian sepeda selama ini. Namun, kini yang jadi kendala adalah stok dan harga dari sepeda itu sendiri. Dia mengaku harga sepeda saat ini cenderung naik terus. Dia mencontohkan, saat berhasil menjual sepeda. Uangnya tersebut sudah tidak cukup lagi untuk kembali membeli sepeda yang sama dari distributor. Sebab harga sepeda itu yang cenderung terus naik. “Pembeli sepeda sekarang memang ramai. Karena ramai itu harga di tingkat distributor naik terus,” pungkasnya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar