Gaya Hidup

Tak Sehat, Kebiasaan Toxic Ini Sering Dianggap Wajar

Unsplash

Surabaya (beritajatim.com) – Kebiasan toxic merupakan kebiasaan yang sejatinya tidak sehat. Kendati demikian, ada saja yang mewajarkan kebiasan toxic, karena dianggap masih normal.

Namun, jika kalian ingin lingkar pertemanan yang sehat. Segeralah keluar dari lingkar pertemanan yang sering menormalkan perilaku toksic berikut ini.

Anggapan sepele pada masalah orang lain

Kebiasaan ini sering terjadi, alasannya bisa karena ia merasa ada masalah yang lebih besar. Atau bisa juga karena tidak pernah mengalami masalah yang sama. Meski bagi orang yang mengalami, itu bukanlah perkara layak disepelekan.

Mengadu nasib buruk

Ini terjadi saat kalian bercerita tentang pengalaman buruk, atau masalah yang alami, lalu lawan bicara membalas dengan kalimat:

“Ah masih mending, dulu saya blablabla,” ini jadi mirip sama mengarahkan pada kebiasaan menyepelekan masalah orang lain. Dan perlu kalian tahu, masalah tiap orang itu berbeda – beda, tak layak dibanding-bandingkan.

Baperan?

Kaliman “ah baperan, kamu,” sering kali muncul ketika ada orang mengatakan sesuatu, terutama yang berhubungan dengan masalah.

Kalian yang mendengarnya pun tersinggung, marah, kesel, atau geram. Lalu dengan enteng, lawan bicara kalian membela diri dengan kalimat “Yaelah baperan amat, bercanda doang”. Bukan hanya di dunia nyata, di sosial media sering terjadi ketika orang komen tanpa dipikir dahulu.

Body Shaming

Kalimat yang sering terdengar, ketika berjumpa teman lama “gendutan ya”. Sebab orang yang mendapat omongan begitu juga sadar jika dia gendutan. Tapi akan terasa tidak mengenakkan jika diucapkan orang lain.

 

Kapan Nikah?

Pertanyaan kapan nikah, sering didengar apalagi ketika seseorang sudah masuk usia matang. Jika masih sekali bertanya, mungkin dapat dimaklumi.

Tapi jika itu terjadi setiap kali bertemu, atau bahkan setiap ada kesempatan bisa jadi bikin kesel, dan berpikir kalau ada yang salah dengan status belum nikah. Umumnya, yang melontrak pertanyaan ini adalah keluarga dekat, terutama saat ada perayaan tertentu.

Jika kalian bertemu dengan lingkar pertemanan, atau orang yang sering melakukan hal itu, maka segeralah menjauh. Karena pertanyaan itu berkaitan juga dengan kesehatan mental. Apalagi lingkar pertemanan atau keluarga menganggap perilaku tersebut sebagai hal lumrah, kalian perlu segera ambil tindakan. [dan/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar