Gaya Hidup

Tak Percaya? Soto di Bojonegoro ini Cuma Seribu Rupiah Permangkok

Bojonegoro (beritajatim.com) – Satu persatu pembeli datang. Ada yang hanya membungkus, juga datang bergerombol makan di tempat. Mereka yang datang sebagian besar karena penasaran dengan makanan Soto yang hanya dihargai Rp 1000 per mangkok. Harganya yang murah tersebut membuat penasaran warga.

Warung Angkingan Soto Sewu tersebut berada di Jalan Rajekwesi, Kelurahan Klangon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro. Angkringan yang buka dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB itu baru dibuka sekitar sepekan yang lalu. Sebelumnya, hanya menyediakan minuman shacet dan kopi.

Pemilik warung, Nia Ika Nur Aini itu awalnya juga penasaran dengan harga soto yang sama di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Setelah mencoba ternyata rasanya enak dan dia mulai punya ide mengembangkan warung miliknya yang berada tepat di sebelah selatan Jembatan Sosrodilogo menjual soto dengan harga yang sama. “Karena di Bojonegoro belum ada, kemudian saya mencobanya. Dan Alhamdulillah lambat-laun mulai ramai sekarang,” ujar wanita berusia 30 tahun itu, Sabtu (14/11/2020).

Sejak membuka Angkringan Soto Sewu itu, dia mulai melayani pembeli hingga 50 sampai 100 porsi per hari. Awalnya, soto itu hanya dibeli dari kalangan tetangga terdekat. Kemudian, dia memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan dagangannya. “Dari situ banyak yang datang,” ungkapnya.

Beberapa kalangan pembeli menurutnya merata, baik dari mahasiswa, ibu-ibu maupun rombongan keluarga. Selain satu porsi yang dihargai seribu rupiah, dia juga menjual dengan harga Rp3000 dan Rp5000 per porsi. Dari menu yang disediakan juga lengkap, mulai dari suwiran ayam, telur, dan sayur-sayuran.

Salah seorang pembeli, asal Desa Kalirejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Lestari mengungkapkan, awalnya merasa penasaran dengan harga soto yang ditawarkan hanya seribu. “Saya sebelumya penasaran harganya cuma seribu, dan kebetulan sedang di kota dan mampir,” ungkapnya.

Meski murah, namun dari segi cita rasa, Lestari mengaku tidak kalah dengan soto lainnya. Bahkan, dia juga membungkus soto itu untuk keluarganya. Satu porsi dengan harga seribu rupiah itu menurutnya juga sudah membuat kenyang. “Harganya murah, tapi rasanya mantap,” pungkasnya. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar